Muslim Denmark: Pembakaran Alquran Bukan Kebebasan Berekspresi
Minggu, 06 Agustus 2023 - 19:55 WIB
Diperkirakan 5% dari populasi Denmark sekitar 6 juta adalah Muslim, tetapi negara itu termasuk yang paling rentan bagi Muslim, bersama dengan Prancis dan Austria. Itu terungkap dalam Laporan Islamofobia Eropa 2022.
Dari undang-undang diskriminatif hingga tindakan agresi dan kekerasan yang sebenarnya, komunitas Muslim di Denmark telah berulang kali menyuarakan keprihatinan atas gelombang Islamofobia yang berkembang di negara tersebut.
Dengan kehebohan terbaru atas serangan terhadap Al-Qur'an, para pemimpin komunitas mengharapkan perubahan yang lebih sistematis, daripada langkah-langkah kosmetik yang berfokus pada satu wilayah.
Asif Manzoor Khan, seorang ilmuwan senior di Universitas Aarhus dan seorang tokoh terkemuka dalam komunitas Muslim Denmark, mengatakan bahwa intervensi pemerintah untuk menghentikan pembakaran Alquran tidak akan cukup untuk mengatasi masalah Islamofobia yang lebih besar.
“Ini bukan pertama kalinya insiden ini terjadi. Hal-hal ini terjadi, tetapi pemerintah diam. Setidaknya mereka sudah maju sekarang,” katanya kepada Anadolu.
Dia menekankan bahwa komunitas Muslim memberikan penghormatan penuh kepada negara, pemerintah dan rakyat Denmark, dan mengharapkan hal itu dibalas.
Baca Juga: 3 Alasan Umat Islam Menentang Pembakaran Alquran di Swedia dan Denmark
“Harus ada rasa hormat yang sama terhadap komunitas Muslim yang tinggal di negara ini, dan bagi siapa Al Quran adalah kitab tertinggi,” tambahnya.
Dari undang-undang diskriminatif hingga tindakan agresi dan kekerasan yang sebenarnya, komunitas Muslim di Denmark telah berulang kali menyuarakan keprihatinan atas gelombang Islamofobia yang berkembang di negara tersebut.
Dengan kehebohan terbaru atas serangan terhadap Al-Qur'an, para pemimpin komunitas mengharapkan perubahan yang lebih sistematis, daripada langkah-langkah kosmetik yang berfokus pada satu wilayah.
Asif Manzoor Khan, seorang ilmuwan senior di Universitas Aarhus dan seorang tokoh terkemuka dalam komunitas Muslim Denmark, mengatakan bahwa intervensi pemerintah untuk menghentikan pembakaran Alquran tidak akan cukup untuk mengatasi masalah Islamofobia yang lebih besar.
“Ini bukan pertama kalinya insiden ini terjadi. Hal-hal ini terjadi, tetapi pemerintah diam. Setidaknya mereka sudah maju sekarang,” katanya kepada Anadolu.
Dia menekankan bahwa komunitas Muslim memberikan penghormatan penuh kepada negara, pemerintah dan rakyat Denmark, dan mengharapkan hal itu dibalas.
Baca Juga: 3 Alasan Umat Islam Menentang Pembakaran Alquran di Swedia dan Denmark
“Harus ada rasa hormat yang sama terhadap komunitas Muslim yang tinggal di negara ini, dan bagi siapa Al Quran adalah kitab tertinggi,” tambahnya.
Lihat Juga :