Singapura Eksekusi Mati Perempuan dalam 20 Tahun Terakhir

Kamis, 27 Juli 2023 - 23:50 WIB
CNB menolak mengomentari kasus Saridewi Djamani ketika dihubungi oleh BBC.

Miliarder Inggris Sir Richard Branson, sekali lagi mengkritik Singapura atas eksekusinya, mengatakan hukuman mati bukanlah pencegahan terhadap kejahatan.

"Pengedar narkoba skala kecil membutuhkan bantuan, karena sebagian besar diintimidasi karena keadaan mereka," kata Branson di Twitter, seraya menambahkan bahwa belum terlambat untuk menghentikan eksekusi Saridewi Djamani.

Baca Juga: Diidamkan WNI, Singapura adalah Negeri Sempit tanpa Harta Karun tapi Kaya Raya

Saridewi adalah salah satu dari dua wanita terpidana mati di Singapura, menurut Transformative Justice Collective, sebuah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Singapura. Dia akan menjadi wanita pertama yang dieksekusi oleh negara kota itu sejak penata rambut Yen May Woen pada 2004, kata kelompok itu. Yen juga dihukum karena perdagangan narkoba.

Media lokal melaporkan bahwa Saridewi bersaksi selama persidangan bahwa dia menimbun heroin untuk penggunaan pribadi selama bulan puasa.

"Meskipun dia tidak menyangkal menjual narkoba seperti heroin dan methamphetamine dari flatnya, dia mengecilkan skala kegiatan tersebut," kata hakim See Kee Oon.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!