5 Kudeta yang Sukses di Afrika, Mayoritas Dipicu Kekecewaan Para Jenderal
Kamis, 27 Juli 2023 - 22:37 WIB
Presiden Niger Mohamed Bazoum dikudeta oleh pasukan pengawalnya. Foto/Reuters
NIGER - Militer masih menjadi kekuatan yang disegani karena memiliki senjata dan pengaruh yang kuat di mayoritas negara-negara Afrika. Itu menjadikan banyak terjadi kudeta ketika para pemimpin militer mengalami kekecewaan dengan pemimpin yang dipilih secara demokratis.
Dikarenakan terlalu sering terjadi kudeta militer, peralihan paksa pemerintahan di Afrika pun terkesan biasa dan tidak menimbulkan horor yang berlebihan. Apalagi, militer juga mampu menunjukkan diri bahwa mereka adalah kekuatan yang memang mengendalikan penuh teritorial.
Ini menandai kudeta kesembilan atau upaya perebutan kekuasaan hanya dalam waktu tiga tahun di Afrika Barat dan Tengah. WIlayah tersebut selama dekade terakhir telah mengambil langkah untuk melepaskan reputasinya sebagai "sabuk kudeta", hanya karena ketidakamanan dan korupsi yang terus-menerus membuka pintu bagi para pemimpin militer.
Dikarenakan terlalu sering terjadi kudeta militer, peralihan paksa pemerintahan di Afrika pun terkesan biasa dan tidak menimbulkan horor yang berlebihan. Apalagi, militer juga mampu menunjukkan diri bahwa mereka adalah kekuatan yang memang mengendalikan penuh teritorial.
Berikut adalah 5 kudeta yang pernah terjadi di Afrika dalam waktu beberapa tahun terakhir.
1. NIGER
Pengawal kepresidenan Niger menahan Presiden Mohamed Bazoum di dalam istananya di ibu kota Niamey pada hari Rabu, dalam apa yang disebut oleh Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) dan Uni Afrika sebagai percobaan kudeta.Ini menandai kudeta kesembilan atau upaya perebutan kekuasaan hanya dalam waktu tiga tahun di Afrika Barat dan Tengah. WIlayah tersebut selama dekade terakhir telah mengambil langkah untuk melepaskan reputasinya sebagai "sabuk kudeta", hanya karena ketidakamanan dan korupsi yang terus-menerus membuka pintu bagi para pemimpin militer.
2. BURKINA FASO
Tentara Burkina Faso menggulingkan Presiden Roch Kabore pada Januari 2022, menyalahkannya karena gagal membendung kekerasan oleh militan Islam.Lihat Juga :