Negara NATO: Memasok Bom Cluster ke Ukraina Salah!
Minggu, 09 Juli 2023 - 11:40 WIB
Gedung Putih pada hari Jumat mengumumkan bahwa Presiden Joe Biden telah mengesahkan pengiriman amunisi konvensional yang ditingkatkan tujuan ganda (DPICM) dalam jumlah yang tidak ditentukan ke Kiev, berdasarkan rekomendasi "dengan suara bulat" dari tim keamanan nasional presiden.
Amunisi, yang dapat ditembakkan dari artileri 155mm yang dipasok NATO ke Ukraina, menyebarkan banyak bom kecil di area yang luas, beberapa di antaranya gagal untuk segera meledak dapat menimbulkan risiko besar bagi warga sipil selama bertahun-tahun setelah pertempuran berakhir.
Amunisi tandan dilarang oleh lebih dari 120 negara, meskipun AS, Ukraina, dan Rusia bukan pihak dalam larangan tersebut.
Keputusan Biden juga dikritik oleh Jerman dan Inggris. Namun, Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan pada hari Jumat mengatakan kepada wartawan bahwa pengiriman senjata ini diperlukan untuk "menjembatani" kesenjangan sampai pendukung Barat Kiev dapat meningkatkan produksi peluru 155mm konvensional.
Berbicara kepada CNN pada hari Jumat, Biden lebih blak-blakan.
Baca Juga: Mengenal Bom Tandan, Senjata Terlarang yang Ingin Dikirim AS ke Ukraina
Amunisi, yang dapat ditembakkan dari artileri 155mm yang dipasok NATO ke Ukraina, menyebarkan banyak bom kecil di area yang luas, beberapa di antaranya gagal untuk segera meledak dapat menimbulkan risiko besar bagi warga sipil selama bertahun-tahun setelah pertempuran berakhir.
Amunisi tandan dilarang oleh lebih dari 120 negara, meskipun AS, Ukraina, dan Rusia bukan pihak dalam larangan tersebut.
Keputusan Biden juga dikritik oleh Jerman dan Inggris. Namun, Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan pada hari Jumat mengatakan kepada wartawan bahwa pengiriman senjata ini diperlukan untuk "menjembatani" kesenjangan sampai pendukung Barat Kiev dapat meningkatkan produksi peluru 155mm konvensional.
Berbicara kepada CNN pada hari Jumat, Biden lebih blak-blakan.
Baca Juga: Mengenal Bom Tandan, Senjata Terlarang yang Ingin Dikirim AS ke Ukraina
Lihat Juga :