Sekutu AS Ramai-ramai Menentang Pengiriman Bom Cluster ke Ukraina
Minggu, 09 Juli 2023 - 07:43 WIB
Langkah Biden akan melewati undang-undang AS yang melarang produksi, penggunaan, atau transfer munisi tandan dengan tingkat kegagalan lebih dari 1%.
Sullivan, penasihat keamanan nasional AS, mengatakan kepada wartawan bahwa bom cluster AS memiliki tingkat kegagalan kurang dari 2,5%, sedangkan Rusia memiliki tingkat kegagalan antara 30-40%, katanya.
Koalisi Munisi Tandan AS, yang merupakan bagian dari kampanye masyarakat sipil internasional yang bekerja untuk memberantas senjata, mengatakan mereka akan menyebabkan penderitaan yang lebih besar, hari ini dan beberapa dekade mendatang.
Kantor hak asasi manusia PBB juga mengecam, dengan seorang perwakilan mengatakan penggunaan amunisi semacam itu harus segera dihentikan dan tidak digunakan di sembarang tempat.
Seorang juru bicara kementerian pertahanan Rusia menggambarkan langkah itu sebagai tindakan putus asa dan bukti ketidakberdayaan dalam menghadapi kegagalan 'serangan balik' Ukraina yang banyak dipublikasikan.
Juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova juga mengatakan jaminan Ukraina akan menggunakan munisi tandan secara bertanggung jawab "tidak berarti apa-apa".
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menuduh AS dan sekutunya berperang dalam perang proksi yang meluas di Ukraina.
Serangan balik Ukraina, yang dimulai bulan lalu, sedang berlangsung di Donetsk timur dan wilayah Zaporizhzhia tenggara.
Pekan lalu, panglima militer Ukraina Valery Zaluzhny mengatakan kampanye itu terhambat oleh kurangnya daya tembak yang memadai. Dia mengungkapkan rasa frustrasinya dengan lambatnya pengiriman senjata yang dijanjikan oleh Barat.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berterima kasih kepada presiden AS atas paket bantuan militer yang "tepat waktu, luas, dan sangat dibutuhkan".
Baca Juga: Rusia: Gagal di Medan Perang, Ukraina Ingin Seret AS dan NATO ke Perang Dunia III
Sullivan, penasihat keamanan nasional AS, mengatakan kepada wartawan bahwa bom cluster AS memiliki tingkat kegagalan kurang dari 2,5%, sedangkan Rusia memiliki tingkat kegagalan antara 30-40%, katanya.
Koalisi Munisi Tandan AS, yang merupakan bagian dari kampanye masyarakat sipil internasional yang bekerja untuk memberantas senjata, mengatakan mereka akan menyebabkan penderitaan yang lebih besar, hari ini dan beberapa dekade mendatang.
Kantor hak asasi manusia PBB juga mengecam, dengan seorang perwakilan mengatakan penggunaan amunisi semacam itu harus segera dihentikan dan tidak digunakan di sembarang tempat.
Seorang juru bicara kementerian pertahanan Rusia menggambarkan langkah itu sebagai tindakan putus asa dan bukti ketidakberdayaan dalam menghadapi kegagalan 'serangan balik' Ukraina yang banyak dipublikasikan.
Juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova juga mengatakan jaminan Ukraina akan menggunakan munisi tandan secara bertanggung jawab "tidak berarti apa-apa".
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menuduh AS dan sekutunya berperang dalam perang proksi yang meluas di Ukraina.
Serangan balik Ukraina, yang dimulai bulan lalu, sedang berlangsung di Donetsk timur dan wilayah Zaporizhzhia tenggara.
Pekan lalu, panglima militer Ukraina Valery Zaluzhny mengatakan kampanye itu terhambat oleh kurangnya daya tembak yang memadai. Dia mengungkapkan rasa frustrasinya dengan lambatnya pengiriman senjata yang dijanjikan oleh Barat.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berterima kasih kepada presiden AS atas paket bantuan militer yang "tepat waktu, luas, dan sangat dibutuhkan".
Baca Juga: Rusia: Gagal di Medan Perang, Ukraina Ingin Seret AS dan NATO ke Perang Dunia III
(ian)
Lihat Juga :