Malaysia Serukan Reformasi Serius di PBB Seiring Meningkatnya Tantangan Dunia

Kamis, 06 Juli 2023 - 13:23 WIB
Hal ini dapat mempengaruhi kinerja PBB dalam menjalankan mandatnya. Reformasi perlu melibatkan peningkatan keuangan yang stabil dan berkelanjutan, serta pemerataan kontribusi negara anggota.

Tak hanya itu, reformasi total PBB membutuhkan konsensus global dari semua negara anggota. Namun, terdapat perbedaan pendapat dan kepentingan di antara negara-negara tersebut, yang dapat menghambat kemajuan dalam reformasi.

Beberapa negara mungkin enggan untuk mengorbankan kepentingan nasional mereka dalam mendukung perubahan yang substansial dalam struktur dan kebijakan PBB.

Penting untuk membangun dialog dan kerjasama yang lebih kuat untuk mencapai kesepakatan bersama.

Sementara itu, Dewan Keamanan PBB, sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional, memiliki lima anggota tetap dengan kekuatan veto.

Ini berarti bahwa keputusan penting dapat diblokir oleh salah satu dari kelima anggota tetap tersebut, meskipun mayoritas anggota Dewan Keamanan mendukungnya.

Reformasi perlu melibatkan evaluasi kembali kekuatan veto dan mencari cara untuk meningkatkan kewajaran dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan Dewan Keamanan PBB.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!