4 Malam Diguncang Kerusuhan, Ketenangan Mulai Selimuti Prancis
Minggu, 02 Juli 2023 - 14:09 WIB
Titik panas terbesar adalah di Marseille di mana polisi menembakkan gas air mata dan bertempur di jalanan dengan pemuda di sekitar pusat kota hingga larut malam. Namun, menjelang tengah malam, pihak berwenang di Marseille dan Lyon melaporkan lebih sedikit insiden dibandingkan malam sebelumnya, masing-masing dengan 56 dan 21 orang ditangkap di dua kota tersebut.
Otoritas lokal di seluruh negeri mengumumkan larangan demonstrasi, memerintahkan angkutan umum untuk berhenti beroperasi pada malam hari dan beberapa memberlakukan jam malam.
Para perusuh menabrakkan mobil ke rumah Wali Kota sebuah kota di selatan Paris, melukai istri dan salah satu anaknya, kata walikota di Twitter.
Vincent Jeanbrun menulis bahwa pengunjuk rasa menabrak mobil ke rumahnya sebelum membakar saat keluarganya tidur.
"Istri saya dan salah satu anak saya terluka," tambahnya.
Pada hari Sabtu, Presiden Emmanuel Macron menunda kunjungan kenegaraan ke Jerman yang akan dimulai pada hari Minggu untuk menangani krisis terburuk bagi kepemimpinannya sejak protes “Rompi Kuning” melumpuhkan sebagian besar Prancis pada akhir 2018.
Macron baru-baru ini juga menghadapi kemarahan berbulan-bulan dan kadang-kadang demonstrasi kekerasan di seluruh negeri setelah mendorong reformasi pensiun.
Baca Juga: Polisi Prancis yang Tembak Mati Remaja Minta Maaf kepada keluarga
Otoritas lokal di seluruh negeri mengumumkan larangan demonstrasi, memerintahkan angkutan umum untuk berhenti beroperasi pada malam hari dan beberapa memberlakukan jam malam.
Para perusuh menabrakkan mobil ke rumah Wali Kota sebuah kota di selatan Paris, melukai istri dan salah satu anaknya, kata walikota di Twitter.
Vincent Jeanbrun menulis bahwa pengunjuk rasa menabrak mobil ke rumahnya sebelum membakar saat keluarganya tidur.
"Istri saya dan salah satu anak saya terluka," tambahnya.
Pada hari Sabtu, Presiden Emmanuel Macron menunda kunjungan kenegaraan ke Jerman yang akan dimulai pada hari Minggu untuk menangani krisis terburuk bagi kepemimpinannya sejak protes “Rompi Kuning” melumpuhkan sebagian besar Prancis pada akhir 2018.
Macron baru-baru ini juga menghadapi kemarahan berbulan-bulan dan kadang-kadang demonstrasi kekerasan di seluruh negeri setelah mendorong reformasi pensiun.
Baca Juga: Polisi Prancis yang Tembak Mati Remaja Minta Maaf kepada keluarga
Lihat Juga :