Lawan Dominasi AS, Kim Jong-un Janjikan Lebih Banyak Senjata Nuklir yang Kuat
Senin, 19 Juni 2023 - 08:02 WIB
Menyalahkan apa yang Korea Utara sebut "provokasi perang yang sembrono" dari Washington dan sekutunya karena memperparah ketegangan di Semenanjung Korea, laporan tersebut menyoroti kemajuan dalam pengembangan senjata nuklir sebagai langkah besar di jalan untuk memperkuat kemampuan pencegahan nuklir Korea Utara.
"Biro Politik meminta sektor pertahanan nasional untuk secara konsisten mematuhi orientasi pengembangan senjata nuklir dan memperkuat kekuatan nuklir...dengan meningkatkan produksi senjata nuklir yang kuat,” imbuh laporan KCNA, media milik negara Korut.
Pleno partai tidak menyebutkan kemungkinan langkah-langkah untuk melonggarkan pembatasan perbatasan terkait pandemi sejak Januari 2020, meskipun ada spekulasi baru-baru ini bahwa Korea Utara akan segera membuka perbatasan untuk perjalanan.
Sidang pleno awalnya dijadwalkan akan diadakan pada awal Juni, tetapi akhirnya dimulai pada hari Jumat pekan lalu di Pyongyang.
Media pemerintah tidak menjelaskan penundaan sidang pleno itu, tetapi kegagalan peluncuran satelit yang sangat dinantikan pada 31 Mei membuat rezim Kim Jong-un memiliki kekhawatiran lain.
Satelit pengintaian militer telah menjadi tujuan lama bagi Kim Jong-un, tetapi setelah siklus pengembangan yang dipercepat, kendaraan peluncuran antariksa Chollima-1 jatuh ke Laut Kuning segera setelah lepas landas.
Pertemuan partai yang diperbesar menyajikan peluncuran yang gagal sebagai kelemahan utama dalam ambisi ruang angkasa negara itu dan menyalahkan pejabat "tidak bertanggung jawab" atas persiapan peluncuran terkait kegagalan tersebut.
"Biro Politik meminta sektor pertahanan nasional untuk secara konsisten mematuhi orientasi pengembangan senjata nuklir dan memperkuat kekuatan nuklir...dengan meningkatkan produksi senjata nuklir yang kuat,” imbuh laporan KCNA, media milik negara Korut.
Pleno partai tidak menyebutkan kemungkinan langkah-langkah untuk melonggarkan pembatasan perbatasan terkait pandemi sejak Januari 2020, meskipun ada spekulasi baru-baru ini bahwa Korea Utara akan segera membuka perbatasan untuk perjalanan.
Sidang pleno awalnya dijadwalkan akan diadakan pada awal Juni, tetapi akhirnya dimulai pada hari Jumat pekan lalu di Pyongyang.
Media pemerintah tidak menjelaskan penundaan sidang pleno itu, tetapi kegagalan peluncuran satelit yang sangat dinantikan pada 31 Mei membuat rezim Kim Jong-un memiliki kekhawatiran lain.
Satelit pengintaian militer telah menjadi tujuan lama bagi Kim Jong-un, tetapi setelah siklus pengembangan yang dipercepat, kendaraan peluncuran antariksa Chollima-1 jatuh ke Laut Kuning segera setelah lepas landas.
Pertemuan partai yang diperbesar menyajikan peluncuran yang gagal sebagai kelemahan utama dalam ambisi ruang angkasa negara itu dan menyalahkan pejabat "tidak bertanggung jawab" atas persiapan peluncuran terkait kegagalan tersebut.
Lihat Juga :