Konflik AS-China Menuju Klimaks Perang Dingin

Jum'at, 24 Juli 2020 - 10:10 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Foto/dok
Hubungan diplomat Amerika Serikat (AS) dan China kini mengalami titik terburuk selama 2020. Washington memberikan waktu 72 jam bagi Beijing untuk menutup konsulatnya di Houston di tengah tudingan spionase terhadap vaksin virus corona buatan AS.

Tahun 2020 memang menjadi titik kompetisi strategis antara China dan AS mengalami peningkatan serius menuju perang dingin gaya baru. Dua kekuatan ekonomi dan militer terbesar dunia itu terlibat berbagai konflik dalam panggung geografi dunia mulai dari Asia Selatan, Asia Tenggara, Australia, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin. Mereka juga terlibat dalam berbagai vektor konflik mulai dari perdagangan, investasi, teknologi, spionase, institusi internasional, kebijakan kesehatan, angkatan laut, misil, hingga ketegangan teritorial.



Bukan hanya konflik secara langsung, kedua negara pun mendorong negara pihak ketiga menjadi sistem aliansi yang bisa melihat dunia dalam dua blok dunia. Merah melawan biru. Atau kita melawan kita. Konfrontasi total. Itu menjadi bentuk definisi perang dingin. (Baca: Trump-Putin Lakukan Pembicaraan Via Telepon, Ini yang Dibahas)

Pandemi virus corona dan resesi ekonomi yang semakin menajam selama ini juga menjadi beberapa pemicu ketegangan kedua negara. Itu diperpanas dengan isu sentral pemilu presiden AS. Pemenang pemilu presiden pada November akan menentukan pendekatan lebih lanjut dalam konflik dengan China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!