Uni Eropa Suplai Amunisi Rp9,9 Triliun ke Ukraina
Sabtu, 22 April 2023 - 14:00 WIB
Uni Eropa Suplai Amunisi Rp9,9 Triliun ke Ukraina. FOTO/Reuters
BRUSSELS - Uni Eropa telah memberikan pelatihan untuk 16.000 anggota layanan Ukraina dan mengirim berbagai jenis amunisi , termasuk rudal, senilai 600 juta euro (Rp9,9 triliun). Hal itu diungkapkan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell di Twitter, Jumat (21/4/2023).
“Di Grup Kontak Pertahanan Ukraina, saya memperbarui dukungan militer UE. Lebih dari 16.000 tentara Ukraina telah dilatih. Lebih dari €600 juta amunisi dan rudal telah dikirim,” kata Borrell, yang menghadiri pertemuan Grup Kontak Pertahanan Ukraina di Ramstein, seperti dikutip dari TASS.
Baca juga: Sekutu Barat Berkumpul di Jerman Bahas Permintaan Bantuan Ukraina
Selain itu, Borrell mengatakan bahwa pekerjaan negara-negara anggota UE dalam pengadaan bersama sedang berlangsung. Ia berharap hal itu akan memastikan Ukraina menang.
Sebelumnya, media Eropa melaporkan ketidaksepakatan antara Polandia dan Prancis tentang bagaimana mengalokasikan 2 miliar euro yang dialokasikan dari Fasilitas Perdamaian Eropa (EPF) pada bulan Maret untuk pembelian lebih banyak amunisi untuk Ukraina.
Prancis bersikeras bahwa kontrak pengadaan harus didistribusikan terutama di antara produsen militer Eropa, sedangkan Polandia menuntut agar kontrak tersebut terbuka untuk semua negara di dunia, termasuk Amerika Serikat.
“Di Grup Kontak Pertahanan Ukraina, saya memperbarui dukungan militer UE. Lebih dari 16.000 tentara Ukraina telah dilatih. Lebih dari €600 juta amunisi dan rudal telah dikirim,” kata Borrell, yang menghadiri pertemuan Grup Kontak Pertahanan Ukraina di Ramstein, seperti dikutip dari TASS.
Baca juga: Sekutu Barat Berkumpul di Jerman Bahas Permintaan Bantuan Ukraina
Selain itu, Borrell mengatakan bahwa pekerjaan negara-negara anggota UE dalam pengadaan bersama sedang berlangsung. Ia berharap hal itu akan memastikan Ukraina menang.
Sebelumnya, media Eropa melaporkan ketidaksepakatan antara Polandia dan Prancis tentang bagaimana mengalokasikan 2 miliar euro yang dialokasikan dari Fasilitas Perdamaian Eropa (EPF) pada bulan Maret untuk pembelian lebih banyak amunisi untuk Ukraina.
Prancis bersikeras bahwa kontrak pengadaan harus didistribusikan terutama di antara produsen militer Eropa, sedangkan Polandia menuntut agar kontrak tersebut terbuka untuk semua negara di dunia, termasuk Amerika Serikat.
Lihat Juga :