Menteri Dalam Negeri Turki: Seluruh Dunia Benci Amerika, Reputasinya Goyah
Kamis, 20 April 2023 - 21:16 WIB
“Jangan terlalu memikirkannya. Amerika ada. Eropa adalah kereta dalam konvoi AS. Itu tidak memiliki fitur khusus,” papar dia.
Pejabat itu menunjuk pada banyak masalah yang dihadapi Eropa, termasuk mendiskreditkan para pemimpinnya, penuaan populasi, dan masalah ekonomi.
Menteri dalam negeri Turki mengatakan dia “tidak takut terhadap terorisme” karena kegiatan teroris dan upaya yang diperlukan untuk memerangi mereka sudah jelas.
“Tapi salah satu bahaya terbesar di dunia adalah terorisme budaya, dan kita sedang menghadapi terorisme budaya. Kita menghadapi terorisme budaya yang bertujuan menghancurkan struktur keluarga, moralitas…peradaban bangsa, sejarah mereka, agama kita, nilai-nilai, tradisi, adat istiadat kita, apa yang diajarkan ibu dan ayah kita kepada kita,” papar dia.
Menekankan pentingnya pemilu yang akan datang, Solyu menyarankan bahwa itu akan menjadi sejarah dalam pembuatan.
“Turki mengubah sejarah. Ini adalah pemilu yang akan mengubah sejarah sepenuhnya. Itulah mengapa Amerika menekan kita, Eropa menekan kita. Itu sebabnya Kandil (perbukitan Irak utara di mana Ankara menuduh pejuang Kurdi Turki bersembunyi) sedang terburu-buru, sementara PKK (kelompok militan Kurdi yang diklasifikasikan Turki sebagai teroris) menekan kami. Ini bukan pilihan Tayyip Erdogan, ini pilihan generasi mendatang Turki, pilihan kemerdekaan penuh Turki,” papar Solyu.
Warga Turki akan pergi ke tempat pemungutan suara untuk pemilihan presiden dan parlemen pada 14 Mei, dengan Erdogan mewakili Aliansi Rakyat yang dipimpin oleh Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa.
Pejabat itu menunjuk pada banyak masalah yang dihadapi Eropa, termasuk mendiskreditkan para pemimpinnya, penuaan populasi, dan masalah ekonomi.
Menteri dalam negeri Turki mengatakan dia “tidak takut terhadap terorisme” karena kegiatan teroris dan upaya yang diperlukan untuk memerangi mereka sudah jelas.
“Tapi salah satu bahaya terbesar di dunia adalah terorisme budaya, dan kita sedang menghadapi terorisme budaya. Kita menghadapi terorisme budaya yang bertujuan menghancurkan struktur keluarga, moralitas…peradaban bangsa, sejarah mereka, agama kita, nilai-nilai, tradisi, adat istiadat kita, apa yang diajarkan ibu dan ayah kita kepada kita,” papar dia.
Menekankan pentingnya pemilu yang akan datang, Solyu menyarankan bahwa itu akan menjadi sejarah dalam pembuatan.
“Turki mengubah sejarah. Ini adalah pemilu yang akan mengubah sejarah sepenuhnya. Itulah mengapa Amerika menekan kita, Eropa menekan kita. Itu sebabnya Kandil (perbukitan Irak utara di mana Ankara menuduh pejuang Kurdi Turki bersembunyi) sedang terburu-buru, sementara PKK (kelompok militan Kurdi yang diklasifikasikan Turki sebagai teroris) menekan kami. Ini bukan pilihan Tayyip Erdogan, ini pilihan generasi mendatang Turki, pilihan kemerdekaan penuh Turki,” papar Solyu.
Warga Turki akan pergi ke tempat pemungutan suara untuk pemilihan presiden dan parlemen pada 14 Mei, dengan Erdogan mewakili Aliansi Rakyat yang dipimpin oleh Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa.
Lihat Juga :