Bos Wagner Desak Putin Akhiri Invasi di Ukraina
Minggu, 16 April 2023 - 07:54 WIB
Baca Juga: Bos Wagner Rusia: Kebocoran Dokumen Pentagon Tak akan Rugikan Ukraina
Sementara itu, lebih dari 50.000 tahanan telah direkrut oleh Grup Wagner selama musim dingin tahun 2022, menurut Russia Behind Bars, sebuah organisasi hak asasi manusia nirlaba.
"Kami telah melumpuhkan sejumlah besar tentara Angkatan Bersenjata Ukraina dan dapat melaporkan kepada diri kami sendiri bahwa tugas kami telah selesai," tulis sekutu Putin itu.
Dia juga menulis bahwa secara teoritis, Rusia telah mencapai akhir yang menentukan ini dengan membasmi sebagian besar populasi laki-laki aktif Ukraina dan mengintimidasi bagian lain darinya yang melarikan diri ke Eropa.
"Sekarang hanya ada satu hal yang tersisa: untuk mendapatkan pijakan yang kuat, untuk mencengkeram wilayah-wilayah yang sudah ada. Tetapi ada kelicikan - jika sebelumnya Ukraina adalah bagian dari bekas Rusia, sekarang menjadi negara yang benar-benar berorientasi nasional," tambah Prigozhin.
"Jika sebelum 24 Februari 2022, Uni Eropa rakus memberi Ukraina puluhan juta dolar, sekarang puluhan miliar dimatikan untuk perang," imbuhnya.
Pemimpin Grup Wagner itu juga menyoroti pentingnya Bakhmut, yang terletak di wilayah Donetsk Ukraina dan telah menjadi tempat pertarungan intensif antara pasukan Rusia dengan Ukraina, serta manfaatnya bagi tentara Rusia.
Baca Juga: Invasi ke Ukraina Terseok-seok, Putin Dikhianati Panglima Militer Rusia?
Sementara itu, lebih dari 50.000 tahanan telah direkrut oleh Grup Wagner selama musim dingin tahun 2022, menurut Russia Behind Bars, sebuah organisasi hak asasi manusia nirlaba.
"Kami telah melumpuhkan sejumlah besar tentara Angkatan Bersenjata Ukraina dan dapat melaporkan kepada diri kami sendiri bahwa tugas kami telah selesai," tulis sekutu Putin itu.
Dia juga menulis bahwa secara teoritis, Rusia telah mencapai akhir yang menentukan ini dengan membasmi sebagian besar populasi laki-laki aktif Ukraina dan mengintimidasi bagian lain darinya yang melarikan diri ke Eropa.
"Sekarang hanya ada satu hal yang tersisa: untuk mendapatkan pijakan yang kuat, untuk mencengkeram wilayah-wilayah yang sudah ada. Tetapi ada kelicikan - jika sebelumnya Ukraina adalah bagian dari bekas Rusia, sekarang menjadi negara yang benar-benar berorientasi nasional," tambah Prigozhin.
"Jika sebelum 24 Februari 2022, Uni Eropa rakus memberi Ukraina puluhan juta dolar, sekarang puluhan miliar dimatikan untuk perang," imbuhnya.
Pemimpin Grup Wagner itu juga menyoroti pentingnya Bakhmut, yang terletak di wilayah Donetsk Ukraina dan telah menjadi tempat pertarungan intensif antara pasukan Rusia dengan Ukraina, serta manfaatnya bagi tentara Rusia.
Baca Juga: Invasi ke Ukraina Terseok-seok, Putin Dikhianati Panglima Militer Rusia?
Lihat Juga :