Merespons Uji Rudal Kim Jong-un, AS Kerahkan Bomber Nuklir B-52 dan Jet Siluman F-35
Sabtu, 15 April 2023 - 04:41 WIB
Itu terjadi ketika Kim Yo-jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, memperingatkan bahwa negaranya siap untuk mengambil tindakan cepat dan luar biasa terhadap Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Korea Utara pada Jumat (14/4/2023) mengonfirmasi bahwa militernya telah melakukan uji coba ICBM berbahan bakar padat baru pada hari Kamis.
Kim Jong-un memantau langsung uji rudal tersebut."Memperingatkan senjata itu akan membuat musuh mengalami krisis keamanan yang lebih jelas, dan terus-menerus menyerang mereka dengan kegelisahan dan kengerian yang ekstrem dengan mengambil tindakan balasan yang fatal dan ofensif sampai mereka meninggalkan pemikiran tidak masuk akal dan tindakan sembrono," tulis media pemerintah Korea Utara mengutip ucapan Kim Jong-un.
"Kami akan menyerang dengan kekuatan mematikan dan merespons secara agresif sampai musuh menghentikan strategi diam dan perilaku bodohnya sehingga mereka akan menderita ketakutan tanpa akhir," imbuh Kim Jong-un.
Kim Jong-un, lebih lanjut, memperingatkan bahwa rudal baru Korea Utara yang kuat akan terus-menerus menyerang kegelisahan dan kengerian ekstrem musuh.
Sebagian besar rudal balistik terbesar di negara itu menggunakan bahan bakar cair, yang mengharuskannya diisi dengan propelan di lokasi peluncurannya—proses yang memakan waktu dan berbahaya.
Korea Utara pada Jumat (14/4/2023) mengonfirmasi bahwa militernya telah melakukan uji coba ICBM berbahan bakar padat baru pada hari Kamis.
Kim Jong-un memantau langsung uji rudal tersebut."Memperingatkan senjata itu akan membuat musuh mengalami krisis keamanan yang lebih jelas, dan terus-menerus menyerang mereka dengan kegelisahan dan kengerian yang ekstrem dengan mengambil tindakan balasan yang fatal dan ofensif sampai mereka meninggalkan pemikiran tidak masuk akal dan tindakan sembrono," tulis media pemerintah Korea Utara mengutip ucapan Kim Jong-un.
"Kami akan menyerang dengan kekuatan mematikan dan merespons secara agresif sampai musuh menghentikan strategi diam dan perilaku bodohnya sehingga mereka akan menderita ketakutan tanpa akhir," imbuh Kim Jong-un.
Kim Jong-un, lebih lanjut, memperingatkan bahwa rudal baru Korea Utara yang kuat akan terus-menerus menyerang kegelisahan dan kengerian ekstrem musuh.
Sebagian besar rudal balistik terbesar di negara itu menggunakan bahan bakar cair, yang mengharuskannya diisi dengan propelan di lokasi peluncurannya—proses yang memakan waktu dan berbahaya.
Lihat Juga :