Sekjen Serukan Reformasi Dewan Keamanan PBB, IMF, dan Bank Dunia

Senin, 20 Juli 2020 - 12:11 WIB
Pandemi, menurut Guterres, telah mengungkap “kekeliruan dan kepalsuan” di mana-mana. “Kebohongan di mana pasar bebas bisa mewujudkan perawatan kesehatan untuk semua, fiksi pekerja perawatan yang tidak dibayar; delusi di mana kita hidup di dunia pos-rasisme, mitos yang menyebutkan bahwa kita berada di kapal yang sama,” ujar mantan Perdana Menteri Portugal berhaluan sosialis.

Guterres mengungkapkan, ketika banyak orang berlayar di lautan yang sama, sebagian orang menggunakan kapal mewah, sedangkan lainnya bergantung pada sampah mengambang. Itu terbukti saat pandemi karena negara kaya gagal mewujudkan dan membantu dunia berkembang. “Pandemi telah menyebabkan tragedi perpecahan antara kepentingan diri dan kepentingan bersama. Kesenjangan besar dalam struktur pemerintahan dan kerangka etik,” ujarnya. (Lihat videonya: Seorang nenek Renta di Banyuasin Digugat Anaknya Sendiri Perihal Warisan)

Perubahan dunia membutuhkan perlindungan sosial baru dengan jaringan keselamatan, termasuk perawatan kesehatan universal dan kesempatan mendapatkan gaji dasar yang sama. “Saat ini adalah waktunya pemimpin dunia memutuskan; akankah kita akan tenggelam ke kekisruhan, perpecahan, dan ketidaksetaraan? Atau kita bergerak ke arah tepat dan bersama-sama menuju kebaikan semuanya,” katanya. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!