Rusia Tak Terima AS Sebut Kepresiden DK PBB Lelucon April Mop
Rabu, 05 April 2023 - 02:29 WIB
Investigasi Associated Press yang pertama kali diterbitkan pada bulan Oktober menemukan bahwa upaya terbuka untuk mengadopsi anak-anak Ukraina di Rusia telah berjalan dengan baik. Pejabat Ukraina mengklaim pada saat itu hampir 8.000 anak telah dideportasi ke Rusia, tetapi jumlah pastinya sulit untuk ditentukan.
Wakil duta besar Inggris untuk PBB, James Kariuki, mengatakan Rusia tidak dalam posisi untuk berbicara tentang hukum internasional atau nilai-nilai PBB.
"Mereka mengobarkan perang agresi melawan Ukraina, melanggar prinsip paling dasar dari Piagam PBB - Anda tidak mengubah perbatasan dengan paksa - dan presidennya telah didakwa oleh ICC atas penculikan sistematis anak-anak Ukraina," katanya.
"Inggris akan terus menggunakan kursi kami di dewan untuk menentang perang ilegal mereka, mengungkap disinformasi mereka, dan melindungi pekerjaan penting dewan dalam mengatasi ancaman lain terhadap perdamaian dan keamanan internasional, termasuk di seluruh Afrika dan Timur Tengah,” imbuhnya.
Naiknya Rusia sebagai presiden DK PBB juga menuai kritik keras dari Ukraina dan negara-negara Baltik.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam "kebangkrutan" Dewan Keamanan dan mengulangi seruannya untuk merombak badan PBB dan lembaga global lainnya.
Duta Besar Estonia untuk PBB Rein Tammsaar, juga berbicara atas nama Latvia dan Lituania, menyebut kepresidenan Rusia aib, memalukan, dan berbahaya bagi kredibilitas DK PBB.
Baca Juga: Ukraina Protes saat Rusia Jadi Ketua Dewan Keamanan PBB
Wakil duta besar Inggris untuk PBB, James Kariuki, mengatakan Rusia tidak dalam posisi untuk berbicara tentang hukum internasional atau nilai-nilai PBB.
"Mereka mengobarkan perang agresi melawan Ukraina, melanggar prinsip paling dasar dari Piagam PBB - Anda tidak mengubah perbatasan dengan paksa - dan presidennya telah didakwa oleh ICC atas penculikan sistematis anak-anak Ukraina," katanya.
"Inggris akan terus menggunakan kursi kami di dewan untuk menentang perang ilegal mereka, mengungkap disinformasi mereka, dan melindungi pekerjaan penting dewan dalam mengatasi ancaman lain terhadap perdamaian dan keamanan internasional, termasuk di seluruh Afrika dan Timur Tengah,” imbuhnya.
Naiknya Rusia sebagai presiden DK PBB juga menuai kritik keras dari Ukraina dan negara-negara Baltik.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam "kebangkrutan" Dewan Keamanan dan mengulangi seruannya untuk merombak badan PBB dan lembaga global lainnya.
Duta Besar Estonia untuk PBB Rein Tammsaar, juga berbicara atas nama Latvia dan Lituania, menyebut kepresidenan Rusia aib, memalukan, dan berbahaya bagi kredibilitas DK PBB.
Baca Juga: Ukraina Protes saat Rusia Jadi Ketua Dewan Keamanan PBB
(ian)
Lihat Juga :