Uskup Senior Ukraina Mengaku Berada dalam Tahanan Rumah

Sabtu, 01 April 2023 - 23:09 WIB
Pada Sabtu, media lokal melaporkan selama sidang di pengadilan Kiev, Pavel mengatakan dia merasa tidak enak badan, yang menyebabkan hakim menunda sidang hingga Senin.

SBU mengatakan Pavel "menghina perasaan religius orang Ukraina" dan "mencoba menciptakan sikap bermusuhan" terhadap anggota denominasi agama lain.

Rumah pemuka agama itu juga digerebek oleh agen SBU, dengan uskup dipanggil untuk diinterogasi, menurut UOC.

Metropolitan Pavel membantah tuduhan tersebut, bersikeras bahwa dia selalu mengutuk operasi militer Moskow dan "membela tanah air saya".

Gereja Ortodoks Rusia mengecam tindakan keras SBU terhadap uskup. Vladimir Legoida, yang mengepalai departemen hubungan masyarakat Gereja, mengklaim tahanan rumah dibuat “atas tuduhan yang dibuat-buat” dan merupakan “kelanjutan alami dari pelanggaran keadilan” yang dilakukan otoritas Ukraina.

Kiev Pechersk Lavra, yang dikelola UOC, berusia 980 tahun dan telah menjadi sasaran kampanye tanpa henti oleh otoritas Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.

Pejabat Kiev mencurigai UOC diam-diam mendukung pemerintah Rusia meskipun telah memproklamirkan kemerdekaan dari Moskow setelah dimulainya konflik pada Februari 2022.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!