Demo Besar Guncang Israel setelah Netanyahu Pecat Menhan Gallant
Senin, 27 Maret 2023 - 13:25 WIB
Amerika Serikat, sekutu utama Israel, mengatakan sangat prihatin dengan perkembangan tersebut dan menyerukan kompromi.
Upaya reformasi yudisial ini telah memicu demo selama selama terakhir.
Reformasi tersebut mencakup rencana yang akan memberi pemerintah kendali tegas atas komite yang mengangkat hakim.
Mereka juga akan mempersulit pengadilan untuk mencopot seorang pemimpin yang dianggap tidak layak menjabat, yang telah membuat marah banyak orang yang menganggapnya sebagai kepentingan petahana, Benjamin Netanyahu—yang menghadapi persidangan berkelanjutan karena korupsi.
Netanyahu mengatakan reformasi dirancang untuk menghentikan pengadilan melampaui kekuasaan mereka dan bahwa mereka dipilih oleh publik pada pemilihan terakhir.
Setelah memprotes di luar rumah Netanyahu, para demonstran—banyak yang mengibarkan bendera Israel dan memukul-mukul panci dan wajan—kemudian menghindari pasukan polisi untuk tiba di Parlemen Israel atau Knesset.
Seorang pegawai pemerintah mengatakan kepada BBC: "Netanyahu melewati setiap batas yang kita miliki sebagai negara demokratis."
"Kami mempertahankan demokrasi terakhir yang kami miliki dan saya tidak bisa tidur seperti ini. Saya tidak bisa berbuat apa-apa sampai kami menghentikan kegilaan ini," ujarnya.
Di Tel Aviv, pengunjuk rasa yang mengibarkan bendera memblokir salah satu jalan raya utama selama lebih dari dua jam, sebelum mereka dibersihkan oleh polisi berkuda dan meriam air.
Upaya reformasi yudisial ini telah memicu demo selama selama terakhir.
Reformasi tersebut mencakup rencana yang akan memberi pemerintah kendali tegas atas komite yang mengangkat hakim.
Mereka juga akan mempersulit pengadilan untuk mencopot seorang pemimpin yang dianggap tidak layak menjabat, yang telah membuat marah banyak orang yang menganggapnya sebagai kepentingan petahana, Benjamin Netanyahu—yang menghadapi persidangan berkelanjutan karena korupsi.
Netanyahu mengatakan reformasi dirancang untuk menghentikan pengadilan melampaui kekuasaan mereka dan bahwa mereka dipilih oleh publik pada pemilihan terakhir.
Setelah memprotes di luar rumah Netanyahu, para demonstran—banyak yang mengibarkan bendera Israel dan memukul-mukul panci dan wajan—kemudian menghindari pasukan polisi untuk tiba di Parlemen Israel atau Knesset.
Seorang pegawai pemerintah mengatakan kepada BBC: "Netanyahu melewati setiap batas yang kita miliki sebagai negara demokratis."
"Kami mempertahankan demokrasi terakhir yang kami miliki dan saya tidak bisa tidur seperti ini. Saya tidak bisa berbuat apa-apa sampai kami menghentikan kegilaan ini," ujarnya.
Di Tel Aviv, pengunjuk rasa yang mengibarkan bendera memblokir salah satu jalan raya utama selama lebih dari dua jam, sebelum mereka dibersihkan oleh polisi berkuda dan meriam air.
Lihat Juga :