Inilah Rudal Asef Iran yang Dapat Menghantam Seluruh Israel

Jum'at, 03 Maret 2023 - 11:29 WIB
Kh-55 adalah desain dasar untuk berbagai model rudal jelajah Iran. Seperti dicatat oleh Missile Threat pada Agustus 2021, Kh-55 pertama kali dirancang pada 1971 sebagai rudal jelajah strategis yang mampu mengirimkan hulu ledak nuklir pada jarak 2.500 kilometer dengan kemungkinan kesalahan melingkar (CEP) 25 meter.

Rudal Canggih Iran Lain Selain Asef

Missile Threat, bagian dari lembaga Center for Strategic and International Studies (CSIS), mencatat bahwa Kh-55 kira-kira analog dengan rudal jelajah Tomahawk Amerika Serikat (AS), dengan diameter dan panjang tubuh yang kira-kira identik dan mampu membawa hulu ledak nuklir seberat 410 kilogram atau hulu ledak ledak konvensional seberat 400 kilogram dalam varian Kh-555. Keduanya dipandu oleh panduan inersia atau pencocokan kontur medan (TERCOM).

Selain Asef, Iran kemungkinan telah membuat seluruh keluarga rudal jelajah berdasarkan desain dasar Kh-55, termasuk Soumar, Hoveyzeh, dan Abu Mahdi.

Soumar, yang pertama kali diluncurkan pada Maret 2015, kemungkinan merupakan salinan Kh-55 yang diluncurkan dari darat, dengan jangkauan yang diklaim 2.500 kilometer, seperti yang dicatat oleh Missile Threat pada Juli 2021.

Namun, laporan tersebut mencatat bahwa ketidakmampuan Iran untuk menghasilkan versi domestik dari mesin turbofan Kh-55 berarti jangkauannya mungkin jauh lebih rendah dari yang diklaim Iran.

Missile Threat lebih lanjut menyebutkan bahwa Iran meluncurkan rudal jelajah Hoveyzeh pada Februari 2019, yang memiliki jangkauan 1.350 kilometer, jauh lebih kecil dari Soumar. Lembaga riset itu mencatat bahwa rumah mesin Hoveyzeh adalah tipikal mesin turbojet daripada mesin turbofan.

Pada Agustus 2020, Iran meluncurkan Hoveyzeh versi Angkatan Laut yang dikenal sebagai Abu Mahdi, yang diklaim Iran memiliki jangkauan 1.000 kilometer. Namun, tidak jelas bagaimana Abu Mahdi akan mengelola pembaruan panduan tengah jalan atau mengapa ia memiliki jangkauan yang lebih pendek daripada Hoveyzeh, membuat beberapa analis menduga bahwa itu adalah Hoveyzeh yang digunakan kembali untuk peran anti-kapal.

Program rudal jelajah Iran dapat mengatasi kesenjangan kemampuan operasional dalam persenjataan rudal balistiknya. Seperti yang dilaporkan Asia Times, akurasi tetap menjadi batasan utama persenjataan rudal balistik Iran.

Rudalnya memiliki kemampuan terbatas terhadap target titik, membatasi penggunaannya terhadap target besar seperti kota dan pusat populasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!