Jumlah Negara yang Ingin Gabung BRICS dan SCO Melonjak Jadi 20, Ada Indonesia
Selasa, 28 Februari 2023 - 08:30 WIB
“Upaya Barat untuk memaksakan kehendaknya pada orang lain, untuk memaksakan apa yang disebut aturannya yang ingin ia bangun dan pertahankan tatanan pro-Barat sama sekali sia-sia dan sama sekali tidak ada harapan,” tegas Lavrov.
Menurut dia, “Niat negara-negara ini untuk bergabung dengan blok juga mencerminkan kegagalan strategi Barat, yang menghasilkan efek sebaliknya."
Baca juga: Barat Pertimbangkan Batas Waktu Perundingan Damai untuk Ukraina
Lavrov menjelaskan, pemahaman tentang "proses tektonik geopolitik" mendorong negara-negara itu untuk bekerja sama dengan "mitra yang berpikiran sama".
Alasan utama untuk ini, tambahnya, adalah mereka bersedia mandiri dalam tindakan mereka dan dalam kemitraan apa pun untuk mengutamakan kepentingan nasional mereka sendiri dan "bukan keinginan orang lain."
“Dalam hal ini, kerja sama dengan Rusia, serta dengan negara-negara anggota blok regional lainnya, memberikan bidang interaksi yang luas," papar dia.
Dalam pertemuan tersebut, Lavrov juga menyeru berbagai wilayah Rusia untuk bekerja sama dengan BRICS dan SCO.
Menurut dia, “Niat negara-negara ini untuk bergabung dengan blok juga mencerminkan kegagalan strategi Barat, yang menghasilkan efek sebaliknya."
Baca juga: Barat Pertimbangkan Batas Waktu Perundingan Damai untuk Ukraina
Lavrov menjelaskan, pemahaman tentang "proses tektonik geopolitik" mendorong negara-negara itu untuk bekerja sama dengan "mitra yang berpikiran sama".
Alasan utama untuk ini, tambahnya, adalah mereka bersedia mandiri dalam tindakan mereka dan dalam kemitraan apa pun untuk mengutamakan kepentingan nasional mereka sendiri dan "bukan keinginan orang lain."
“Dalam hal ini, kerja sama dengan Rusia, serta dengan negara-negara anggota blok regional lainnya, memberikan bidang interaksi yang luas," papar dia.
Dalam pertemuan tersebut, Lavrov juga menyeru berbagai wilayah Rusia untuk bekerja sama dengan BRICS dan SCO.
Lihat Juga :