Kisah Revolusi Februari Rusia, Puncak Kemuakan Rakyat terhadap Kekaisaran

Jum'at, 24 Februari 2023 - 21:19 WIB
Secara garis besar, revolusi dipicu karena banyak masyarakat Rusia yang sudah kehilangan kepercayaannya akan pemerintahan rezim Tsar. Masyarakat melihat banyaknya kasus korupsi dan kondisi ekonomi negara yang cenderung tidak mengalami peningkatan.

Apalagi, Tsar Nicholas II berulang kali membubarkan Parlemen Rusia (Duma) yang didirikan usai revolusi Rusia pecah tahun 1905.

Deretan faktor itu diperparah dengan keikutsertaan Rusia dalam Perang Dunia I, yang kemudian semakin membuat kondisi Rusia sulit.

Pada Perang Dunia I, masyarakat setempat menganggap Rusia bukanlah lawan yang sepadan bagi Jerman atau negara lainnya. Akibatnya, jumlah korban jiwa lebih banyak berjatuhan dari pihak Rusia.

Belum lagi kondisi ekonomi Rusia yang terguncang karena biaya perang sangat mahal. Pada revolusi ini, golongan para kaum moderat bergabung dengan golongan radikal Rusia untuk menggulingkan Tsar.

Saat itu, ada lebih dari 90.000 rakyat turun ke jalan, terutama di kawasan Petrograd—yang dulu merupakan Ibu Kota Rusia. Wilayah tersebut kini dikenal dengan nama St Petersburg.

Para demonstran mogok kerja dan terlibat bentrok dengan petugas keamanan karena enggan meninggalkan lokasi. Dua hari setelahnya, hampir seluruh masyarakat Petrograd melakukan hal serupa, bahkan nekat bertindak lebih jauh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!