3 Wanita Transgender Ini Sukses Menjadi Menteri

Kamis, 23 Februari 2023 - 12:41 WIB
Dalam bukunya tahun 2015 “Will You Love Me Now?”, Kihlblom menggambarkan tumbuh sebagai seorang gadis dalam tubuh laki-laki dan transisi fisiknya ke tubuh wanita selesai saat dia berusia 25 tahun.

“Orang trans selalu ada, mereka akan selalu ada dan kami tidak lagi merasa malu. Kami adalah normal baru,” tulisnya dalam artikel yang diterbitkan pada 2018 oleh lembaga penyiaran publik SVT.

Saat masih menjadi laki-laki, dia pernah menikah dengan seorang wanita namun akhirnya bercerai. Mereka memiliki dua anak adopsi.

2. Petra De Sutter (Wakil PM Belgia)



Foto/Euractiv

Pada Oktober 2020, anggota Parlemen Eropa, Petra De Sutter, diangkat sebagai Wakil Perdana Menteri (PM) Belgia dan menjadi menteri transgender pertama di Eropa.

Petra De Sutter, yang lahir sebagai laki-laki pada 10 Juni 1963, adalah seorang ginekolog dan politikus Belgia.

Anggota Partai Groen ini sebelumnya adalah anggota Parlemen Eropa dari 2019 hingga 2020.

Dia ditunjuk sebagai Wakil PM dengan tanggung jawab mengawasi administrasi publik dan perusahaan publik Belgia dalam pemerintahan PM Alexander De Croo.

Sebelum terjun ke dunia politik, dia bekerja sebagai profesor ginekologi di Universitas Ghent, menjabat sebagai kepala Departemen Kedokteran Reproduksi di Rumah Sakit Universitas Ghent (UZ Gent).

Dia lulus dari Universitas Ghent dengan gelar kedokteran pada tahun 1987 dan dengan gelar PhD di bidang biomedis pada tahun 1991.

Setelah lulus pada tahun 1991, De Sutter pindah ke Amerika Serikat, menghabiskan dua tahun mempelajari genetika oosit di Chicago. Pada tahun 1994, dia mendapatkan spesialisasi di bidang ginekologi. Pada tahun 2000, dia diangkat sebagai Profesor Kedokteran Reproduksi di Universitas Gent. Pada tahun 2006, dia diangkat sebagai Kepala Departemen Kedokteran Reproduksi Rumah Sakit Universitas Gent.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!