Sosok Sun Yat Sen, Revolusioner China tapi Jadi Presiden Pertama Taiwan
Senin, 20 Februari 2023 - 13:58 WIB
Gagasan dan visi Sun untuk China baru didasarkan pada tiga prinsip: nasionalisme, demokrasi, dan kesejahteraan rakyat. Dia percaya bahwa untuk mendapatkan kembali kedaulatan dan menjadi negara yang makmur, China perlu melakukan modernisasi dan menjadi lebih demokratis. Gagasan dan prinsipnya dikenal sebagai Prinsip Tiga Rakyat.
Upaya revolusioner Sun memuncak pada jatuhnya Dinasti Qing pada tahun 1911. Sun diangkat sebagai presiden sementara Republik China dan mulai melakukan reformasi untuk memodernisasi negara. Namun, masa kepresidenannya singkat, dan dia terpaksa mengundurkan diri pada tahun 1912.
Sun terus bekerja untuk pembentukan pemerintahan demokratis di China setelah mengundurkan diri. Dia mendirikan Partai Kuomintang (KMT) dengan tujuan mempersatukan negara dan membentuk pemerintahan yang demokratis. Namun, upayanya terhambat oleh panglima perang dan kekuatan asing yang berusaha mempertahankan kendali atas China.
Sun membentuk aliansi dengan Partai Komunis China, yang dipimpin oleh Mao Zedong, pada tahun 1923. Tujuan aliansi tersebut adalah untuk menyatukan negara dan membentuk pemerintahan yang demokratis, tetapi upaya mereka sekali lagi digagalkan oleh panglima perang dan kekuatan asing.
Sun meninggal karena kanker pada tahun 1925, tetapi warisannya diteruskan oleh Partai KMT, yang berupaya mendirikan pemerintahan demokratis di China. Namun, setelah kematian Sun, KMT terpecah menjadi beberapa faksi, dan China tetap terbagi selama bertahun-tahun.
Upaya revolusioner Sun memuncak pada jatuhnya Dinasti Qing pada tahun 1911. Sun diangkat sebagai presiden sementara Republik China dan mulai melakukan reformasi untuk memodernisasi negara. Namun, masa kepresidenannya singkat, dan dia terpaksa mengundurkan diri pada tahun 1912.
Sun terus bekerja untuk pembentukan pemerintahan demokratis di China setelah mengundurkan diri. Dia mendirikan Partai Kuomintang (KMT) dengan tujuan mempersatukan negara dan membentuk pemerintahan yang demokratis. Namun, upayanya terhambat oleh panglima perang dan kekuatan asing yang berusaha mempertahankan kendali atas China.
Sun membentuk aliansi dengan Partai Komunis China, yang dipimpin oleh Mao Zedong, pada tahun 1923. Tujuan aliansi tersebut adalah untuk menyatukan negara dan membentuk pemerintahan yang demokratis, tetapi upaya mereka sekali lagi digagalkan oleh panglima perang dan kekuatan asing.
Sun meninggal karena kanker pada tahun 1925, tetapi warisannya diteruskan oleh Partai KMT, yang berupaya mendirikan pemerintahan demokratis di China. Namun, setelah kematian Sun, KMT terpecah menjadi beberapa faksi, dan China tetap terbagi selama bertahun-tahun.
Lihat Juga :