Senator AS soal Balon Mata-mata: China Dipermalukan, Mereka Ketahuan Bohong

Senin, 13 Februari 2023 - 09:13 WIB
"Tapi kita perlu melakukannya," katanya.

Turner mengatakan itu tentu perkembangan baru, di mana baru-baru ini China begitu agresif melanggar wilayah udara negara lain, dan melakukannya untuk niat yang jelas untuk memata-matai dengan peralatan canggih.

"Skala balon ini dan teknologi yang digunakan China untuk memata-matai AS belum pernah terjadi sebelumnya. Tidak ada negara lain yang memiliki hal seperti ini dan tidak ada negara lain yang mencobanya," kata Turner.

“Tapi yang pasti, ada hal-hal yang datang dan pergi dari wilayah udara kami yang kami lacak, yang kami coba tentukan apakah itu akan menjadi ancaman yang tidak naik ke tingkat balon mata-mata China yang sangat besar dan canggih," imbuh Turner.

China membantah balon itu—yang pertama kali memasuki wilayah udara AS pada 28 Januari—digunakan untuk tujuan mata-mata, dengan mengatakan itu adalah perangkat cuaca yang kesasar ke wilayah AS.

AS, bagaimanapun, mengatakan balon itu adalah bagian dari armada balon pengintai yang telah terbang di lima benua.

Setelah insiden balon pertama, Menteri Luar Negeri Antony Blinken membatalkan rencana perjalanan ke Beijing.

Para pejabat China pada Jumat pekan lalu menuduh AS melakukan "manipulasi dan hype politik".
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!