AS Tembak Jatuh Balon China dengan Jet Siluman F-22 Itu Konyol, Beijing Mungkin Tertawa
Senin, 06 Februari 2023 - 07:24 WIB
"Lebih mungkin mereka tahu itu bukan ancaman tetapi seperti yang diamati oleh warga sipil Amerika di lapangan, secara teknis menjadi UFO [objek terbang tak dikenal], mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan, dan akhirnya bertindak dengan cara yang dapat dijelaskan, meskipun lemah," lanjut pensiunan Letnan Kolonel Angkatan Udara AS ini.
Dia menyayangkan respons militer Amerika yang repot-repot mengerahkan jet tempur siluman generasi kelima.
“Respons China mungkin terkekeh [tertawa kecil], atau membantu memberi tahu pemerintah China tentang kemampuan pertahanan udara AS, atau keduanya," paparnya.
"Jelas, jika ditentukan bahwa [AS] terlambat menembak jatuh balon cuaca dengan jet tempur generasi kelima, dengan rudal udara-ke-udara Sidewinder, itu memberi makan narasi global militer AS sebagai penghasut perang yang berorientasi ofensif, dan agak konyol," imbuh Kwiatkowski.
Baca juga: Balon Mata-mata China di Atas Pangkalan Nuklir AS Adalah Tamparan di Wajah Amerika
Apa pun itu, lanjut pensiunan perwira AS tersebut, reaksi berlebihan Washington pasti akan menginformasikan persepsi Beijing tentang kemampuan pertahanan udara AS, serta persepsi tentang kepemimpinan AS secara umum.
“Dari sudut pandang China, seluruh peristiwa ditangani dengan lemah, dan menurut saya mengungkapkan kekosongan kepemimpinan dan kebingungan AS, dan kondisi ini akan menginformasikan hubungan China dengan AS, dan strategi jangka panjang mereka dalam berurusan dengan Washington. Saya tidak melihat bagaimana [Washington] DC dapat diperlakukan secara serius oleh pemerintah China, terlepas dari militer AS yang besar dan berorientasi ofensif dan kebijakan AS untuk serangan nuklir pertama," papar Kwiatkowski.
Dia menyayangkan respons militer Amerika yang repot-repot mengerahkan jet tempur siluman generasi kelima.
“Respons China mungkin terkekeh [tertawa kecil], atau membantu memberi tahu pemerintah China tentang kemampuan pertahanan udara AS, atau keduanya," paparnya.
"Jelas, jika ditentukan bahwa [AS] terlambat menembak jatuh balon cuaca dengan jet tempur generasi kelima, dengan rudal udara-ke-udara Sidewinder, itu memberi makan narasi global militer AS sebagai penghasut perang yang berorientasi ofensif, dan agak konyol," imbuh Kwiatkowski.
Baca juga: Balon Mata-mata China di Atas Pangkalan Nuklir AS Adalah Tamparan di Wajah Amerika
Apa pun itu, lanjut pensiunan perwira AS tersebut, reaksi berlebihan Washington pasti akan menginformasikan persepsi Beijing tentang kemampuan pertahanan udara AS, serta persepsi tentang kepemimpinan AS secara umum.
“Dari sudut pandang China, seluruh peristiwa ditangani dengan lemah, dan menurut saya mengungkapkan kekosongan kepemimpinan dan kebingungan AS, dan kondisi ini akan menginformasikan hubungan China dengan AS, dan strategi jangka panjang mereka dalam berurusan dengan Washington. Saya tidak melihat bagaimana [Washington] DC dapat diperlakukan secara serius oleh pemerintah China, terlepas dari militer AS yang besar dan berorientasi ofensif dan kebijakan AS untuk serangan nuklir pertama," papar Kwiatkowski.
Lihat Juga :