AS Dikerjai Balon Mata-mata China, 2 Jet Tempur Siluman F-22 Beraksi

Sabtu, 04 Februari 2023 - 09:29 WIB
Penggunaan jet tempur canggih itu mengingatkan pada insiden serupa di Hawaii pada Februari tahun lalu. Saat itu, F-22 Raptor juga dikirim untuk mencegat objek aneh, diduga balon mata-mata, yang melayang di udara lepas pantai pulau Kauai.

Pentagon pada Kamis (2/2/2023) waktu setempat secara resmi mengumumkan keberadaan balon mata-mata China di atas wilayah Amerika selama beberapa hari.

Juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Patrick Ryder mengatakan balon tersebut telah dilacak sejak melintasi wilayah Amerika Serikat bagian utara.

"Balon itu melayang di ketinggian jauh di atas lalu lintas udara komersial dan tidak menimbulkan ancaman militer atau fisik bagi orang-orang di darat," katanya.

USAF mempertimbangkan untuk menembak jatuh balon pengumpul intelijen milik China tersebut tetapi memutuskan untuk tidak melakukannya.

Presiden Joe Biden dilaporkan telah dibujuk untuk tidak memerintahkan menembak jatuh objek terbang itu karena khawatir puing-puingnya dapat membahayakan orang-orang di darat.

Laporan media lokal, yang dikutip EurAsian Times, menyebutkan USAF mengirim dua jet tempur siluman F-22 Raptor dari Pangkalan Angkatan Udara Nellis pada 1 Februari untuk mencegat balon mata-mata China yang menimbulkan risiko keamanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!