Bocah Mongolia Meninggal Akibat Wabah Bubonic
Selasa, 14 Juli 2020 - 23:04 WIB
Setidaknya satu orang meninggal akibat wabah setiap tahunnya di Mongolia meskipun pemerintah melakukan kampanye untuk mencegah orang makan marmut atau mendekati hewan itu. (Baca: WHO Nyatakan Wabah Bubonic di China Tidak Berisiko Tinggi )
Tetapi banyak orang di daerah pedesaan tumbuh dengan belajar berburu dan memakan marmut tanah yang besar, dan beberapa orang percaya bahwa memakan jeroan binatang itu baik untuk kesehatan.
Pasangan etnis Kazakh meninggal akibat wabah yang sama tahun lalu setelah makan ginjal marmut mentah.
Kasus-kasus yang terjadi baru-baru ini mendorong wilayah Burytia di Siberia timur Rusia melakukan tes penyakit pes terhadap hewan pengerat dan mendesak penduduk untuk tidak berburu atau makan marmut.
Wabah itu juga datang karena perbatasan Mongolia tetap ditutup karena pandemi virus Corona.
Tetapi banyak orang di daerah pedesaan tumbuh dengan belajar berburu dan memakan marmut tanah yang besar, dan beberapa orang percaya bahwa memakan jeroan binatang itu baik untuk kesehatan.
Pasangan etnis Kazakh meninggal akibat wabah yang sama tahun lalu setelah makan ginjal marmut mentah.
Kasus-kasus yang terjadi baru-baru ini mendorong wilayah Burytia di Siberia timur Rusia melakukan tes penyakit pes terhadap hewan pengerat dan mendesak penduduk untuk tidak berburu atau makan marmut.
Wabah itu juga datang karena perbatasan Mongolia tetap ditutup karena pandemi virus Corona.
(ber)
Lihat Juga :