Rusia Patut Waswas, AS Dilaporkan Siap Berikan Ukraina Rudal Jarak Jauh

Rabu, 01 Februari 2023 - 12:44 WIB
Kisaran yang lebih jauh dari bom luncur GLSDB dapat memungkinkan Ukraina mencapai target yang berada di luar jangkauan dan membantunya terus menekan serangan baliknya dengan mengganggu Rusia lebih jauh di belakang garisnya.

Reuters pertama kali melaporkan proposal Boeing untuk mengirim GLSDB ke Ukraina pada November lalu. Pada saat itu diharapkan GLSDB bisa berada di Ukraina pada musim semi.

GLSDB adalah rudal produksi bersama Boeing dengan perusahaan pesawat Swedia, SAAB. Rudal ini menggabungkan Bom Diameter Kecil (SDB) GBU-39 dengan motor roket M26, yang keduanya umum di inventaris militer AS.

Menurut situs web SAAB, GLSDB dipandu GPS, dapat mengalahkan beberapa gangguan elektronik, dapat digunakan dalam segala kondisi cuaca, dan dapat digunakan melawan kendaraan lapis baja. GBU-39, yang akan berfungsi sebagai hulu ledak GLSDB, memiliki sayap lipat kecil yang memungkinkannya meluncur lebih dari 100 km jika dijatuhkan dari pesawat dan mengenai target berdiameter sekecil 1 meter.

"Dana USAI juga akan digunakan untuk membayar lebih banyak komponen pertahanan udara HAWK, sistem kontra drone, kontra artileri dan radar pengawasan udara, peralatan komunikasi, drone PUMA, dan suku cadang untuk sistem utama seperti Patriot dan Bradley," kata salah satu pejabat.

Baca: Trump Janji Damaikan Rusia dan Ukraina dalam 24 Jam, Kritik Habis Ketidakmampuan Biden

"Ada juga sejumlah besar peralatan medis - cukup untuk melengkapi tiga rumah sakit lapangan yang disumbangkan oleh sekutu lain," tambah pejabat itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!