Hamas Sangkal Komandan Seniornya Berkhianat ke Israel
Selasa, 14 Juli 2020 - 14:30 WIB
"Kami dengan tegas menyatakan bahwa Al Arabiya melakukan penipuan dan bekerja untuk menyebarkan desas-desus dan kebohongan," lanjut kelompok tersebut. (Baca: Hamas Tangkap 45 Warga Palestina yang Jadi Mata-mata Israel )
Sumber-sumber yang dikutip Al Arabiya mengatakan temuan agen-agen ganda mengirim para pemimpin Hamas ke "keadaan histeria", ketika kelompok itu melakukan lusinan penangkapan untuk mencari tersangka tambahan dalam jaringan mata-mata yang dituduhkan.
Laporan itu, yang diedarkan di sejumlah publikasi berbahasa Arab dan Ibrani, awalnya diterbitkan di Amad, sebuah organisasi media yang dekat dengan komandan Fatah yang diasingkan, Mohammad Dahlan.
Dahlan, saat ini berbasis di Uni Emirat Arab, diusir dari Gaza pada 2007 setelah kalah dalam konflik kekerasan dengan Hamas untuk menguasai wilayah tersebut.
Setelah media berbahasa Ibrani mengambil bagian dari artikel Amad. Amad menerbitkan cerita lanjutan yang mengatakan bahwa publikasi Israel telah "mengonfirmasi" berita itu.
Sumber-sumber yang dikutip Al Arabiya mengatakan temuan agen-agen ganda mengirim para pemimpin Hamas ke "keadaan histeria", ketika kelompok itu melakukan lusinan penangkapan untuk mencari tersangka tambahan dalam jaringan mata-mata yang dituduhkan.
Laporan itu, yang diedarkan di sejumlah publikasi berbahasa Arab dan Ibrani, awalnya diterbitkan di Amad, sebuah organisasi media yang dekat dengan komandan Fatah yang diasingkan, Mohammad Dahlan.
Dahlan, saat ini berbasis di Uni Emirat Arab, diusir dari Gaza pada 2007 setelah kalah dalam konflik kekerasan dengan Hamas untuk menguasai wilayah tersebut.
Setelah media berbahasa Ibrani mengambil bagian dari artikel Amad. Amad menerbitkan cerita lanjutan yang mengatakan bahwa publikasi Israel telah "mengonfirmasi" berita itu.
Lihat Juga :