Tegaskan Dukungan pada Ukraina, Jepang Lanjutkan Sanksi untuk Rusia
Selasa, 24 Januari 2023 - 15:15 WIB
Baca: Rusia Siap Gagalkan Ancaman Penumpukan Militer Jepang di Timur Jauh
Kishida, yang daerah pemilihannya termasuk Hiroshima, menjelaskan keputusan untuk mengadakan KTT G7 di kota itu dengan mengatakan bahwa pertemuan seperti itu akan mengirimkan sinyal kuat ke dunia, menekankan perlunya meninggalkan senjata nuklir.
Sebelumnya, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev memberikan cemoohan keras pada Kishida. Menurut Medvedev, Kishida telah menodai ingatan ratusan ribu orang yang tewas dalam serangan bom atom Amerika Serikat (AS) di Hiroshima dan Nagasaki.
Pernyataan Medvedev pada Sabtu (14/1/2023) itu sebagai tanggapan atas peringatan yang dikeluarkan perdana menteri Jepang dan Presiden AS Joe Biden, yang mengatakan, “Jika Rusia menggunakan senjata nuklir di Ukraina, itu akan menjadi tindakan permusuhan terhadap kemanusiaan dan tidak dapat dibenarkan." Kedua pemimpin mengeluarkan pernyataan itu setelah pembicaraan di Washington DC pada Jumat.
Kishida, yang daerah pemilihannya termasuk Hiroshima, menjelaskan keputusan untuk mengadakan KTT G7 di kota itu dengan mengatakan bahwa pertemuan seperti itu akan mengirimkan sinyal kuat ke dunia, menekankan perlunya meninggalkan senjata nuklir.
Sebelumnya, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev memberikan cemoohan keras pada Kishida. Menurut Medvedev, Kishida telah menodai ingatan ratusan ribu orang yang tewas dalam serangan bom atom Amerika Serikat (AS) di Hiroshima dan Nagasaki.
Pernyataan Medvedev pada Sabtu (14/1/2023) itu sebagai tanggapan atas peringatan yang dikeluarkan perdana menteri Jepang dan Presiden AS Joe Biden, yang mengatakan, “Jika Rusia menggunakan senjata nuklir di Ukraina, itu akan menjadi tindakan permusuhan terhadap kemanusiaan dan tidak dapat dibenarkan." Kedua pemimpin mengeluarkan pernyataan itu setelah pembicaraan di Washington DC pada Jumat.
(esn)
Lihat Juga :