Tegaskan Dukungan pada Ukraina, Jepang Lanjutkan Sanksi untuk Rusia

Selasa, 24 Januari 2023 - 15:15 WIB
loading...
Tegaskan Dukungan pada...
Tegaskan Dukungan pada Ukraina, Jepang Lanjutkan Sanksi untuk Rusia. FOTO/Reuters
A A A
TOKYO - Jepang berencana untuk memperkuat interaksi dengan mitranya di Kelompok Tujuh (G7) dan negara-negara Global South sebagai bagian dari kebijakan sanksi terhadap Rusia dan dukungan untuk Ukraina. Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, Senin (23/1/2023).

“Untuk memastikan komunitas internasional bekerja sama dalam menanggapi berbagai tantangan yang dihadapi dunia, G7 akan bersatu dan memperkuat interaksinya dengan apa yang disebut Global South,” kata Kishida, seperti dikutip dari TASS.

Baca: Mantan Presiden Rusia Cemooh Keras Jepang Soal Komentar Nuklir

“Untuk itu, kita akan bekerja sama mengatasi krisis energi dan pangan krisis dalam ekonomi global. Selain itu, kami akan secara aktif mempromosikan sanksi terhadap Rusia dan dukungan untuk Ukraina," katanya dalam pidato di majelis rendah parlemen.

Ketika berbicara tentang kepemimpinan G7 Jepang, Kishida mencatat bahwa pada KTT Hiroshima, Tokyo bermaksud menunjukkan tekadnya untuk memimpin upaya internasional untuk menciptakan dunia yang bebas dari senjata nuklir.

Jepang, yang memimpin G7 tahun ini, akan menjadi tuan rumah KTT kelompok tersebut di kota Hiroshima pada bulan Mei. Kota itu dibom oleh Angkatan Udara AS pada 6 Agustus 1945, dengan bom nuklir lainnya dijatuhkan di Nagasaki pada 9 Agustus 1945.

Baca: Rusia Siap Gagalkan Ancaman Penumpukan Militer Jepang di Timur Jauh

Kishida, yang daerah pemilihannya termasuk Hiroshima, menjelaskan keputusan untuk mengadakan KTT G7 di kota itu dengan mengatakan bahwa pertemuan seperti itu akan mengirimkan sinyal kuat ke dunia, menekankan perlunya meninggalkan senjata nuklir.

Sebelumnya, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev memberikan cemoohan keras pada Kishida. Menurut Medvedev, Kishida telah menodai ingatan ratusan ribu orang yang tewas dalam serangan bom atom Amerika Serikat (AS) di Hiroshima dan Nagasaki.

Pernyataan Medvedev pada Sabtu (14/1/2023) itu sebagai tanggapan atas peringatan yang dikeluarkan perdana menteri Jepang dan Presiden AS Joe Biden, yang mengatakan, “Jika Rusia menggunakan senjata nuklir di Ukraina, itu akan menjadi tindakan permusuhan terhadap kemanusiaan dan tidak dapat dibenarkan." Kedua pemimpin mengeluarkan pernyataan itu setelah pembicaraan di Washington DC pada Jumat.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved