Perang Yaman, Saudi Belum Berencana Kerahkan Pasukan Darat

Senin, 30 Maret 2015 - 10:14 WIB
Perang Yaman, Saudi...
Perang Yaman, Saudi Belum Berencana Kerahkan Pasukan Darat
A A A
RIYADH - Militer Arab Saudi belum berencana mengerahkan pasukan darat dalam perang di Yaman untuk melawan milisi oposisi Houthi. Saudi dan koalisi Teluk mengklaim agresi melalui serangan udara di Yaman sudah efektif untuk merebut wilayah yang sebelumnya dikuasai milisi Houthi.

Koalisi Teluk sudah bertekad bahwa Yaman akan terus dibombardir sampai presiden sah Yaman, Abed Rabbo Manosur Hadi bisa memerintah Yaman lagi. Presiden Hadi telah meninggalkan Yaman untuk bertemu dengan para pemimpin negara-negara Arab di Mesir, setelah wilayah persembunyiannya di Aden, Yaman, diserbu milisi Houthi.

”Kami belum membuat keputusan untuk mengirim pasukan darat. Sejauh ini, baru serangan udara. Kami memiliki rencana dalam sebuah gerakan dan kami melaksanakan rencana ini,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS), Adel al-Jubeir,kepada NBC, semalam (29/3/2015). (Baca: Saudi dan 9 Negara Takkan Berhenti Bombardir Yaman)

Sementara itu, juru bicara kantor kepresidenan Yaman, Muhammad Marm, kepada Sputnik, mengatakan, Presiden Hadi akan kembali ke Yaman dalam beberapa hari mendatang.

”Kediaman Presiden Hadi di Kota Aden hancur. Sekarang kami sedang merekonstruksi. Ketika pekerjaan kami selesai, kami bersama dengan presiden, akan datang kembali,” kata Marm. Presiden Hadi meninggalkan Yaman sejak Kamis pekan lalu, setelah tempat persembunyiannya di Aden diserbu milisi Houthi. (Baca juga: Saudi: Tak Ada Tempat Aman bagi Houthi di Yaman)

Milisi Houthi sebelumnya telah menyerang Istana Presiden Yaman di Ibu Kota Sanaa, sebelum akhirnya Presiden Hadi dievakuasi ke Aden. Tapi, setelah wilayah Adem juga diserang milisi Houthi, Presiden Hadi melarikan diri ke Riyadh dan kemudian menuju Mesir untuk minta perlindungan para pemimpin negara-negara Arab.
(mas)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
1 jam yang lalu
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
2 jam yang lalu
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
5 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
7 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
7 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
8 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved