Yaman Dibombardir 36 Jam, Agresi Saudi Masuk Hari Ke-3

Sabtu, 28 Maret 2015 - 11:44 WIB
Yaman Dibombardir 36...
Yaman Dibombardir 36 Jam, Agresi Saudi Masuk Hari Ke-3
A A A
SANAA - Pesawat-pesawat jet tempur Arab Saudi dan negara-negara Teluk telah membombardir Yaman lebih dari 36 jam untuk memerangi milisi Houthi. Hari ini (28/3/2015) agresi itu berlanjut dan telah memasuki hari ketiga.

Pada agresi militer hari kedua, Jumat kemarin, lebih dari 40 persen pertahanan udara Yaman hancur. Hal itu disampaikan seorang perwira militer Yaman loyalis Presiden Mansour Hadi, Brigadir Jenderal Saleh al-Subaihi.

Konflik di Yaman sejatinya melibatkan milisi oposisi Houthi dengan kubu pemerintah Presiden Mansour Hadi. Dalam pertikaian itu, milisi oposisi bersekutu dengan pasukan loyalis mantan Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh. Dalam konflik itu, kubu Presiden Hadi tersudut dan pada puncaknya, Istana Presiden Hadi di Sanaa, diserang milisi Houthi.

Namun, dengan dalih menyelamatkan pemerintah sah Yaman di bawah kepemimpinan Presiden Hadi, Arab Saudi dan sembilan negara Teluk melakukan agresi militer untuk memerangi milisi Houthi. Iran yang dikenal sebagai sekutu Houthi marah dengan intervesi Saudi di Yaman. Namun, sampai saat ini Iran belum melakukan aksi militer. (Baca: Perang Dimulai, Saudi dan 9 Negara Teluk Bombardir Yaman)

Menurut pejabat keamanan Yaman, seperti dilansir Al Arabiya, Sabtu (28/3/2015), selama agresi militer dua hari di Yaman, sekitar 80 pasukan tewas. Sebagian korban adalah milisi Houthi, namun sebagian besar korban adalah pasukan loyalis mantan Presiden Saleh.

Laporan lain, menyebut 18 warga sipil tewas, termasuk enam anak ketika rumah-rumah warga di dekat Bandara Sanaa rata dibombardir pesawat-pesawat tempur koalisi Teluk. (Baca juga: Agresi di Yaman Meluas, Saudi dan Mesir Kerahkan Kapal Perang)

Menteri Luar Negeri Yaman, Riad Yassin, mengatakan, sudah ada rencana dari koalisi Teluk pimpinan Arab Saudi untuk menyebarkan pasukan darat di Yaman.”Ini adalah operasi militer yang komprehensif,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
44 menit yang lalu
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
1 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
2 jam yang lalu
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
3 jam yang lalu
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
4 jam yang lalu
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
5 jam yang lalu
Infografis
Paket Senjata Rp1.684...
Paket Senjata Rp1.684 Triliun Ditawarkan Trump ke Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved