Perang Yaman Terus Berkecamuk Meski Korban Berjatuhan

Jum'at, 27 Maret 2015 - 08:58 WIB
Perang Yaman Terus Berkecamuk...
Perang Yaman Terus Berkecamuk Meski Korban Berjatuhan
A A A
SANAA - Perang di Yaman antara Arab Saudi dan sekutu Teluk-nya melawan milisi Houthi terus berkecamuk pada Jumat (27/3/2015). Aksi saling serang terus terjadi meski korban sipil telah berjatuhan.

Agresi militer Arab Saudi dan negara-negara Teluk lain yang didukung Amerika Serikat (AS) diklaim untuk menyelamatkan pemerintahan sah di bawah Presiden Mansour Hadi. Namun, milisi Houthi tidak gentar. Mereka balik menyerang pesawat-pesawat tempur Arab Saudi di perbatasan Yaman. (Baca: Perang Dimulai, Saudi dan 9 Negara Teluk Bombardir Yaman)

”Mereka melakukan serangan kecil dan telah kembali, sekarang mereka berada di bawah serangan,” kata sumber di kubu milisi Houthi kepada RIA Novosti, mengacu pada serangan udara sekutu Teluk. Ledakan keras terdengar di Ibu Kota Sanaa dan Kota Saada, setelah milisi Houthi meluncurkan serangan terhadap pesawat-pesawat jet tempur Saudi.

Di Sanaa, pesawat tempur dari koalisi Teluk membombardir bandara utama dan pangkalan udara militer al-Dulaimi. Warga setempat menyatakan, upaya negara-negara Teluk itu untuk melemahkan kekuatan udara Houthi. (Baca: Warga Yaman Merasa Seperti di Neraka)

Seorang saksi mata kepada Reuters mengatakan, empat hingga lima rumah rusak akibat agresi militer tersebut. Petugas penyelamat di Sanaa merinci, sekitar 13 orang tewas, termasuk seorang dokter yang dievakuasi dari puing-puing kliniknya yang hancur terkena serangan.

Presiden Mansour Hadi setelah tiba di Riyadh, Arab Saudi, melanjutkan perjalanan ke Mesir. Dia berterimakasih kepada negara-negara Teluk yang membantu menyerang kelompok Houthi, yang hendak merebut kekuasaannya. Ajudan Presiden Hadi, Mohammed Marem, menegaskan, bahwa Presiden Yaman itu akan menghadiri pertemuan dengan para pemimpin Arab. (Baca juga: Dengan Perlindungan Saudi, Presiden Yaman Kabur ke Mesir)

”Mengingat peristiwa dan perkembangan yang telah terjadi sejak subuh, ia telah memutuskan untuk menghadiri pertemuan puncak itu dan berpartisipasi secara pribadi,” kata Marem kepada Reuters. Dia tidak yakin, apakah Presiden Hadi akan bisa kembali ke Aden, Yaman.
(mas)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
50 menit yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
1 jam yang lalu
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
1 jam yang lalu
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
3 jam yang lalu
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
3 jam yang lalu
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved