Dewan Eropa: UE Harus Terus Tekan Rusia
Kamis, 19 Maret 2015 - 19:58 WIB
Dewan Eropa: UE Harus Terus Tekan Rusia
A
A
A
BRUSSELS - Presiden Dewan Eropa Donale Tusk kembali mendesak Uni Eropa (UE) untuk terus menekan Rusia dengan sanksi-sanksi lanjutan. Tekanan itu muncul di tengah pertemuan puncak negara UE, dimana sanksi terhadap Rusia menjadi salah satu agenda utama pertemuan itu.
Tusk menilai sanksi harus terus dijatuhkan karena Rusia belum melakukan apapun untuk memastikan perjanjian Minsk dilaksanakan secara penuh di Ukraina timur. Sanksi itu, lanjut Tusk, merupakan salah satu bentuk dukungan kepada pemerintah Ukraina.
"Salah satu cara terbaik untuk mendukung Ukraina adalah dengan terus memberikan tekanan kepada Rusia melalui sanksi-sanksi lebih lanjut. Tekanan itu harus terus diberikan sampai kita menyaksikan implementasi penuh perjanjian Minsk," ucap Tusk, seperti dilansir Reuters pada Kamis (19/3/2015).
"Langkah ini kelak pada akhirnya akan bermuara pada kendali penuh Ukraina atas wilayah-wilayah di perbatasan, seperti yang sudah tercantum dalam perjanjian yang dimediasi oleh Presiden Prancis Francois Hollande dan Kanselir Jerman Angela Merkel," tambahnya.
Sampai saat ini perdebatan masih terjadi di tubuh UE mengenai apakah mereka akan memperpanjang dan memperluas sanksi untuk Rusia atau tidak. Setidaknya sudah tujuh negara, yakni Siprus, Yunani, Slovakia, Hungaria, Austria, Spanyol dan Italia yang menolak usulan untuk memperjang sanksi tersebut.
Tusk menilai sanksi harus terus dijatuhkan karena Rusia belum melakukan apapun untuk memastikan perjanjian Minsk dilaksanakan secara penuh di Ukraina timur. Sanksi itu, lanjut Tusk, merupakan salah satu bentuk dukungan kepada pemerintah Ukraina.
"Salah satu cara terbaik untuk mendukung Ukraina adalah dengan terus memberikan tekanan kepada Rusia melalui sanksi-sanksi lebih lanjut. Tekanan itu harus terus diberikan sampai kita menyaksikan implementasi penuh perjanjian Minsk," ucap Tusk, seperti dilansir Reuters pada Kamis (19/3/2015).
"Langkah ini kelak pada akhirnya akan bermuara pada kendali penuh Ukraina atas wilayah-wilayah di perbatasan, seperti yang sudah tercantum dalam perjanjian yang dimediasi oleh Presiden Prancis Francois Hollande dan Kanselir Jerman Angela Merkel," tambahnya.
Sampai saat ini perdebatan masih terjadi di tubuh UE mengenai apakah mereka akan memperpanjang dan memperluas sanksi untuk Rusia atau tidak. Setidaknya sudah tujuh negara, yakni Siprus, Yunani, Slovakia, Hungaria, Austria, Spanyol dan Italia yang menolak usulan untuk memperjang sanksi tersebut.
(esn)