Presiden Maduro Dapat Mandat untuk Beraksi Lawan AS
Selasa, 17 Maret 2015 - 10:42 WIB
Presiden Maduro Dapat Mandat untuk Beraksi Lawan AS
A
A
A
CARACAS - Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, telah mendapat mandat dari Majelis Nasional untuk memberikan perintah aksi melawan ancaman Amerika Serikat (AS). Venezuela menyebut AS sebagai negara imperialis.
Mandat tertulis berjudul “Anti-Imperialist Enabling Law for Peace” (Anti-Imperialis Penegakan Hukum untuk Peramaian) itu telah disahakan Majelis Nasional pekan lalu dan berlaku sejak Senin kemarin.
Menurut Majelis Nasional Venezeula, Presiden Maduro diberi izin untuk mengambil tindakan guna mempertahankan integritas dan kedaulatan dari situasi yang bisa muncul seperti agresi dari AS. (Baca juga: Ledek AS, Presiden Maduro Tantang Obama)
”Presiden memiliki hak untuk menjaga perdamaian Republik (Venezuela)," kata Kepala Majelis Nasional, Diosdado Cabello. ”Hukum akan memungkinkan Maduro untuk memiliki peralatan di tangan, secara legal dan konstitusional, untuk membela tanah air bila diperlukan,” katanya lagi, seperti dikutip Russia Today, Selasa (17/3/2015).
Pada tahun 2013, Presiden Maduro juga pernah diberi kewenangan khusus untuk memerangi korupsi, riba dan praktik pencucian uang.
Meski Majelis Nasional mendukung Maduro mengambil tindakan terhadap ancaman AS, kubu oposisi Venezuela menuding Maduro sengaja mengeksploitasi ketegangan diplomatik Caracas dengan Washington. Ketegangan ini dianggap sebagai pengalihan isu dari kondisi krisis ekonomi yang melanda Venezuela.
”Hukum baru ini tidak akan melengkapi rumah sakit, tidak akan membuka 44 persen dari kamar rumah sakit yang ditutup,” kritik Henrique Capriles, seorang tokoh oposisi, dalam sebuah tulisan di blog-nya.”(Hukum) ini juga tidak akan meningkatkan produksi, atau memberikan insentif untuk investasi, atau memukul mundur inflasi.”.
Mandat tertulis berjudul “Anti-Imperialist Enabling Law for Peace” (Anti-Imperialis Penegakan Hukum untuk Peramaian) itu telah disahakan Majelis Nasional pekan lalu dan berlaku sejak Senin kemarin.
Menurut Majelis Nasional Venezeula, Presiden Maduro diberi izin untuk mengambil tindakan guna mempertahankan integritas dan kedaulatan dari situasi yang bisa muncul seperti agresi dari AS. (Baca juga: Ledek AS, Presiden Maduro Tantang Obama)
”Presiden memiliki hak untuk menjaga perdamaian Republik (Venezuela)," kata Kepala Majelis Nasional, Diosdado Cabello. ”Hukum akan memungkinkan Maduro untuk memiliki peralatan di tangan, secara legal dan konstitusional, untuk membela tanah air bila diperlukan,” katanya lagi, seperti dikutip Russia Today, Selasa (17/3/2015).
Pada tahun 2013, Presiden Maduro juga pernah diberi kewenangan khusus untuk memerangi korupsi, riba dan praktik pencucian uang.
Meski Majelis Nasional mendukung Maduro mengambil tindakan terhadap ancaman AS, kubu oposisi Venezuela menuding Maduro sengaja mengeksploitasi ketegangan diplomatik Caracas dengan Washington. Ketegangan ini dianggap sebagai pengalihan isu dari kondisi krisis ekonomi yang melanda Venezuela.
”Hukum baru ini tidak akan melengkapi rumah sakit, tidak akan membuka 44 persen dari kamar rumah sakit yang ditutup,” kritik Henrique Capriles, seorang tokoh oposisi, dalam sebuah tulisan di blog-nya.”(Hukum) ini juga tidak akan meningkatkan produksi, atau memberikan insentif untuk investasi, atau memukul mundur inflasi.”.
(mas)