Australia Tak Beretika, Indonesia Tak Sudi Negosiasi

Kamis, 12 Maret 2015 - 15:25 WIB
Australia Tak Beretika,...
Australia Tak Beretika, Indonesia Tak Sudi Negosiasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia tidak sudi bernegosiasi dengan Australia prihal eksekusi mati terhadap gembong narkoba duo Bali Nine. Indonesia menganggap Australia tak beretika karena membuka komunikasi resmi antar-pemerintah kepada media yang seharusnya jadi rahasia.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menegaskan, sooal penegakan hukum tidak ada negosiasi, baik dengan Australia maupun dengan negara lain.

"Ini adalah penegakan hukum, jika suatu negara mulai menegosiasikan penegakan hukum, maka ini adalah pelanggaran. Tidak ada negosiasi," ucap juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nassir, Kamis (12/3/2015). (Baca juga: Barter Tahanan Ditolak RI, Bishop Ajukan Tawaran Baru)

Dia menyesalkan sikap pemerintah Australia yang tidak beretika, karena terus-menerus membeberkan komunikasi resmi kedua pemerintah kepada media. "Kita melihat bahwa komunikasi resmi antar-pemerintah khususnya antar-Menteri Luar Negeri dan antar-dua kepala negara, sesuai etika diplomasi adalah sesuatu yang bersifat rahasia," ujar Arrmanatha.

Menurutnya, semua pembahasan dan komunikasi yang disampaikan oleh Menlu Australia dalam beberapa kesempatan sudah dijawab langsung oleh Menlu Retno LP Marsudi. Tapi, Menlu Retno yang menjaga etika tidak akan membuka hasil percakapan antar-pemerintah. (Baca juga: Eksekusi Duo Bali Nine, Bishop Sebut Citra RI Bisa Rusak)

Sementara itu, terkait tawaran Australia yang akan membayar uang sebagai ganti agar eksekusi duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran diganti penjara seumur hidup juga ditolak Indonesia. Uang yang ditawarkan Australia itu sesuai tawaran akan dipakai untuk membiayai duo Bali Nine selama dipenjara seumur hidup.

Tapi, menurut Armanatha, tawaran yang disampaikan Menlu Australia, Julie Bishop itu tidak ada mekanismenya di Indonesia. Sehingga tawaran itu juga tidak bisa diterima Indonesia.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
40 menit yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
1 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
3 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
5 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved