Ketegangan Dua Negara & Diplomasi Telepon Abbott-Jokowi

Jum'at, 06 Maret 2015 - 16:48 WIB
Ketegangan Dua Negara...
Ketegangan Dua Negara & Diplomasi Telepon Abbott-Jokowi
A A A
JAKARTA - Ketegangan dua negara, Indonesia dan Australia, terus memanas menjelang eksekusi dua gembong narkoba sindikat Bali Nine asal Australia. Ketegangan dua negara ini mewarnai diplomasi via telepon antara Perdana Menteri Tony Abbott dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketegangan mulai terasa ketika Pemerintah Australia memprotes foto Kapolres Denpasar, Komisaris Besar Polisi Djoko Hari Utomo yang tersenyum di samping duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Australia menganggap foto polisi Indonesia itu tidak menunjukkan empati kepada warganya yang bakal dieksekusi. “Foto-foto itu tak pantas," kata Abbott, Jumat (6/3/2015). ”Saya berpikir bahwa mereka menunjukkan kurangnya rasa hormat dan merendahkan martabat. Jelas, kita protes kepada Duta Besar Indonesia di sini, di Canberra,” ujarnya. (Baca: Australia Protes Foto Polisi RI Senyum di Samping Duo Bali Nine)

Di sisi lain, Indonesia juga protes dengan media-media Australia yang salah kutip, di mana mereka menulis Indonesia akan memberlakukan moratorium hukuman mati. Media itu mengklaim mengutip Dubes Indonesia untuk PBB di Jenewa.

Tapi, ketika Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengkonfirmasi diplomat Indonesia di PBB, kalimat “Indonesia akan memberlakukan moratorium hukuman mati” tidak pernah terucap. (Baca juga: Salah Kutip, Menlu Retno Protes Media Australia)

"Setelah menerima informasi dan membaca beberapa berita yang ada di media, semalam saya melakukan komunikasi per telepon dengan Duta Besar kita di Jenewa. Diperoleh informasi, bahwa apa yang dikutip oleh beberapa media Australia itu tidak benar. Sekali lagi saya tekankan apa yang dikutip media tersebut adalah tidak benar," kata Retno.

Sementara itu, Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, pada Jumat (6/3/2015), masih berkutat dengan diplomasi via telepon dengan Presiden Jokowi. Sejauh ini, Jokowi belum nenelepon Abbott, terkait permohonannya agar Jokowi mengampuni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Pihak kantor Abbott mengatakan, sudah 11 jam Jokowi belum memberikan jawaban. ”Lihatlah, sistem Indonesia memiliki proses tersendiri dan ketika saya mengajukan permohonan, kadang-kadang dibutuhkan sedikit waktu untuk merespons permintaan itu,” ujar Abbott, seperti dilansir Sydney Morning Herald.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
7 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
8 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
9 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
10 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
11 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
12 jam yang lalu
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved