Mengintip Aksi Intel Dunia Mengungkap Emwazi Si Algojo ISIS

Jum'at, 27 Februari 2015 - 17:46 WIB
Mengintip Aksi Intel...
Mengintip Aksi Intel Dunia Mengungkap Emwazi Si Algojo ISIS
A A A
LONDON - "Jihadi John”, begitu julukan algojo ISIS pemenggal para sandera, sebelum identitas sang algojo yang sebenarnya itu terungkap. Kini, para intelijen dunia mengungkap sosok “Jihadi John” itu adalah Mohammed Emwazi, 26, pria asal London, Inggris.

Meski baru berusia 26 tahun, sosok Emwazi telah membuat sibuk para intelijen Amerika Serikat (AS), Inggris dan intelijen Timur Tengah. Pencarian jejaknya, bahkan menghabiskan multi-juta poundsterling. Laman Mirror, pada Jumat (27/2/2015), bahkan menjuluki Emwazi sebagai kurcacinya pemimpin al-Qaeda, Osama bin Laden.

Sejak 2014 lalu, sosok Emwazi menjadi “simbol kebengisan” kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang telah berganti nama menjadi Negara Islam (IS). Emwazi inilah yang diyakini sebagai algojo pemenggal jurnalis AS, James Folley dan Steven Sotloff. Dia juga yang diyakini memenggal sandera asal Inggris David Haines dan Alan Henning. (Baca: Identitas "Jihadi John" Sang Algojo ISIS Terungkap)

Perburuan Besar-besaran

Selama mengeksekusi para sandera, Emwazi selalu menutup mukanya dan berpakaian serba hitam. Meski lama tidak terungkap, para intelijen dunia sejatinya dibuat sibuk berbulan-bulan untuk melacak siapa sejatinya “Jihadi John” itu. Kerjasama internasional telah melibatkan polisi khusus Inggris, agen MI5, MI6, CIA, FBI serta pasukan khusus AS.

Ahli khusus di GCHQ dan Badan Keamanan Nasional (NSA) AS juga memantau setiap panggilan telepon dan media komunikasi sosial yang terjadi di antara teman-teman dan keluarga Emwazi. Tak cukup, M16 dan CIA juga merekrut agen intelijen di Suriah dan Irak demi melacak jejak Emwazi.

Teman-teman dan kerabat Emwazi diam-diam juga sudah diinterogasi tanpa sepengatahuan media. Tapi, informasi itu akhirnya bocor juga. Washington Post kemarin, membocorkan hasil kerja keras intelijen dunia itu dalam mengungkap sosok sang algojo ISIS.

“Ini akan menjadi waktu yang paling sibuk dan mungkin waktu yang paling penting. Layar monitor di seluruh dunia akan dipantau oleh ratusan analis intelijen top dunia,” kata seorang mantan mata-mata yang ikut mengungkap sosok Emwazi, yang dilansir Mirror.

”Banjir informasi layaknya bendungan yang terbuka hampir pasti terjadi, karena ada banyak percakapan pada jaringan,” lanjut mantan mata-mata Inggris itu yang berbicara dalam kondisi anonim.

Rumah keluarga Emwazi di London Barat, juga tak luput dari pantauan para intelijen top dunia. Perburuan terhadap Emwazi setara dengan perburuan Osama bin Laden. Di mana, pasukan elite Inggris SAS, bekerjasama dengan Delta Force dan US Navy SEAL.

Jejak rekam Emwazi terungkap juga berkat bocoran seorang direktur riset terkemuka, Asim Qureshi yang mendokumentasikan komunikasi antara dirinya dan Emwazi, jauh sebelum Emwazi bergabung dengan ISIS.

Jadi Mata-mata Inggris?

Menurut Qureshi, sosok Emwazi memiliki dengan kelompok advokasi CAGE independen selama dua tahun. Jalinan itu terjadi setelah pasukan keamanan Inggris mengganggu rencananya untuk melakukan perjalanan ke Kuwait, negara asal keluarga Emwazi. Selain diganggu, kata Quresehi, Emwazi juga dicoba direkrut sebagai agen mata-mata Inggris. (Baca juga: Terungkap! Inggris Coba Rekrut Agojo ISIS Jadi Mata-mata)

”Saya telah mencoba untuk mencari tahu alasan mengapa visa saya ditolak oleh negara asal saya Kuwait, dan mencari tahu cara untuk memecahkan masalah ini,” demikian rekapan percakapan Emwazi dengan kelompok CAGE yang dibeberkan Qureshi.

“Jadi melalui teman-teman saya di Kuwait, mereka berkata kepada saya bahwa Kuwait tidak memiliki masalah dengan saya. Alasan penolakan saya hanya karena saya telah disebut sebagai agen Inggris, sehingga mereka tidak membiarkan saya (masuk ke Kuwait),” lanjut percakapan itu.

Sementara itu, Komite Intelijen dan Keamanan Inggris, akan mencari rincian dari badan-badan intelijen tentang kontak mereka dengan Mohammed Emwazi. Langkah komite itu terkait laporan yang beredar, bahwa badan intelijen Inggris pernah mencoba merekrut Emwazi alias “Jihadi John” sang algojo ISIS itu.
(mas)
Berita Terkait
Pasca Bom Bunuh Diri...
Pasca Bom Bunuh Diri ISIS-K, Pasukan Taliban Blokade Jalan di Kawasan Bandara Kabul
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
ISIS Tingkatkan Pertempuran...
ISIS Tingkatkan Pertempuran di Sinai, Rumah Warga Jadi Jebakan Bom
Simpatisan ISIS Serang...
Simpatisan ISIS Serang Desa di Nigeria, 59 Tewas
Serbu Penjara di Afghanistan,...
Serbu Penjara di Afghanistan, Anggota ISIS Bebaskan Ratusan Tahanan
ISIS Klaim Serangan...
ISIS Klaim Serangan Mortir di Kabul
Berita Terkini
Perang Iran Makin Sengit,...
Perang Iran Makin Sengit, AS Keluarkan Travel Warning Seluruh Dunia untuk Warganya
34 menit yang lalu
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
1 jam yang lalu
Wali Kota New York Ngotot...
Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
2 jam yang lalu
Perang Iran Makin Panas,...
Perang Iran Makin Panas, AS Kerahkan Banyak Jet Tempur Siluman F-35 ke Timur Tengah
3 jam yang lalu
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
4 jam yang lalu
2 Tentaranya Tewas,...
2 Tentaranya Tewas, AS Luncurkan Serangan Baru untuk Menghukum Iran dengan Cepat
5 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved