Kejanggalan Bos ISIS, Setahun Jadi Tahanan Sipil Amerika

Kamis, 19 Februari 2015 - 16:01 WIB
Kejanggalan Bos ISIS,...
Kejanggalan Bos ISIS, Setahun Jadi Tahanan Sipil Amerika
A A A
WASHINGTON - Kejanggalan sosok bos atau pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi kembali terungkap. Tahun 2004, dia tercatat menjadi tahanan sipil Amerika Serikat (AS) di Irak selama setahun, bukan tahanan militan.

Fakta itu bersumber dari dokumen militer AS yang diperoleh Business Insider dari Freedom of Information Act . Baghdadi yang memproklamirkan diri sebagai “Khalifah” itu memiliki nama asli Ibrahim Awad Ibrahim Al Badry.

Data dokumen yang menyatakan Baghdadi bukan tahanan militan AS itu bertentangan dengan laporan yang selama ini muncul, bahwa dia sudah lama jadi militan yang diburu AS. (Baca juga: Obama: ISIS Teroris, AS Tidak Perang dengan Islam)

Menurut dokumen resmi tertanggal 4 Februari 2004, dia berstatus sebagai tahanan sipil AS di penjara Fallujah, Irak tengah. Baghdadi kemudian dipindahkan ke beberapa fasilitas penjara di negara itu, termasuk di Kamp Bucca dan Kamp Adder. Tanggal pemindahan itu, 8 Desember dengan tahun yang sama.

Kartu tanda pengenal Baghdadi di tahanan tahun 2004 juga tertulis “tahanan sipil”. Artinya, dia bukan anggota militan bersenjata, namun masih ditahan dengan alasan keamanan. “Statusnya, diidentifikasi sebagai pekerja administrasi,” bunyi catatan dokumen tersebut, yang dilansir Kamis (19/2/2015).

Dari dokumen itu pula, pemimpin ISIS itu diketahui berusia 43 tahun pada 2014. Dokumen juga mengungkap identitas beberapa keluarganya, termasuk statusnya yang kala itu sudah menikah.

Sedangkan dalam buku berjudul "ISIS: Inside The Army of Terror” karya Michael Weiss dan Hassan Hassan, menceritakan penangkapan Baghdadi dari pakar ISIS, Doktor Hisham al-Hashimi. Dalam wawancara, al-Hashimi mengatakan, bahwa Baghdadi ditangkap oleh intelijen militer AS saat mengunjungi seorang temannya di Fallujah yang bernama Numan Nessayif.

”Baghdadi bukan target. (Target)-nya Nessayif,” kata al-Hashimi, yang berkonsultasi dengan pemerintah Irak dan mengklaim telah bertemu dengan Baghdadi pada tahun 1990-an.
(mas)
Berita Terkait
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Mengapa ISIS Tak Pernah...
Mengapa ISIS Tak Pernah Menyerang Israel dan Amerika Serikat?
Bunuh Sandera AS, Dua...
Bunuh Sandera AS, Dua Algojo ISIS Mengaku Tidak Bersalah
Mengapa AS dan Aliansinya...
Mengapa AS dan Aliansinya Gagal Membendung Kebangkitan ISIS di Timur Tengah?
Anggota Grup Jagal ISIS...
Anggota Grup Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Akan Diekstradisi ke AS
Dua Anggota Tim Jagal...
Dua Anggota Tim Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Jalani Persidangan di AS
Berita Terkini
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
51 menit yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
4 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
5 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
6 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
7 jam yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
8 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved