Reaksi Dunia Antara Pembunuhan 3 Muslim AS & Kasus Charlie Hebdo

Kamis, 12 Februari 2015 - 09:46 WIB
Reaksi Dunia Antara...
Reaksi Dunia Antara Pembunuhan 3 Muslim AS & Kasus Charlie Hebdo
A A A
NORTH CAROLINA - Para netizen(pengguna internat) mulai membandingan reaksi dunia atas kasus pembunuhan tiga Muslim di North Carolina, Amerika Serikat (AS) dengan kasus serangan pada kantor majalah Charlie Hebdo. Mereka juga menuding berbagai media mengabaikan pembunuhan di AS itu dari sisi Islamophobia.

Ketiga warga Muslim, Deah Shaddy Barakat, 23,Yusor Mohammad Abu-Salha, 21; dan Razan Mohammad Abu-Salha, 19, ditembak mati di bagian kepala oleh Craig Stephen Hicks, 46, pria yang mengaku ateis. Ketiga korban ditembak di apartemen mereka di Chapel Hill, North Carolina, pada Selasa waktu AS.

Para pengguna media sosial ramai-ramai mengutuk penembakan itu dengan menudingnya sebagai kejahatan rasial. Hastag #MuslimLivesMatter dan #ChapelHillShooting menjadi trending topic di Twitter untuk membela korban.

Berbagai media Barat jadi sasaran kemarahan pengguna internet yang dianggap menerapkan standar ganda. Dalam kasus di Paris, pelaku serangan dicap teroris, sedangkan dalam kasus di North Carolina pelaku serangan yang menyerahkan diri hanya dianggap penjahat biasa. (Baca juga: Tiga Muslim Tewas Ditembak di North Carolina)

”Saya ingin tahu,” kata Doktor Yasir Qadhi, seorang teolog Islam melalui Twitter.”Ketika semua pemimpin dunia datang danberjabat tangan dan berbaris di jalan-jalan Chapel Hill untuk mengutuk Islamophobia,” ujarnya, membandingkan reaksi serupa para pemipin dunia atas kasus serangan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo.

“jika pembunuhnya adalah muslim itu terorisme, tetapi jika korban adalah muslim mereka bahkan tidak mendapatkan label,” tulis pengguna akun Twitter, @kkarlebe dengan mencantumkan hastag #MuslimLivesMatter.

“Saya tidak menyalahkan ateisme untuk pembunuhan tiga Muslim Amerika. Fokus saya adalah fanatisme pejabat pemerintah dan profesional terhadap (perilaku)anti-Muslim,” tulis pengguna akun Twitter @Deanofcomedy.

Polisi setempat semula menyatakan kasus itu sebagai buntut perselisihan sengketa parkir. Namun, kini mereka juga mulai menyelidiki kasus itu terkait dugaan kejahatan rasial.

”Penyelidik kami mengeksplorasi apa yang bisa memotivasi Hicks untuk melakukan tindakan yang tidak masuk akal dan tragis,” kata Kepala Kepolisian Chapel Hill, Chris Blue dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters, Kamis (12/2/2015). ”Kami memahami kekhawatiran tentang kemungkinan bahwa ini termotivasi rasa kebencian.”
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Prancis Samakan AS dengan...
Prancis Samakan AS dengan Korut, Amerika Walkout dari Pertemuan DK PBB
14 menit yang lalu
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
42 menit yang lalu
10 Negara yang Menggunakan...
10 Negara yang Menggunakan Kalender Sendiri, Dipengaruhi Agama, Sejarah dan Dinasti
58 menit yang lalu
Media Iran Rilis Video...
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
1 jam yang lalu
China Membangun Replika...
China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal
2 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved