Mantan Sekjen PBB: Invasi AS ke Irak Ciptakan ISIS
Senin, 09 Februari 2015 - 10:12 WIB
Mantan Sekjen PBB: Invasi AS ke Irak Ciptakan ISIS
A
A
A
MUNICH - Mantan Sekjen PBB, Kofi Annan, mengatakan invasi gabungan yang dipimpin Amerika Serikat (AS) ke Irak beberapa tahun silam adalah kesalahan karena turut membantu menciptakan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Annan juga menyalahkan kekuatan regional yang turut membuat konflik di Timur Tengah menjadi lebih buruk.
”Saya menentang invasi ini dan ketakutan saya telah terwujud. Pecahnya pasukan Irak membuat ratusan bahkan ribuan tentara dan polisi yang tidak puas turun ke jalan-jalan,” ujar Kofi Annan kepada peserta Konferensi Keamanan Munich pada hari Minggu.
Dia menambahkan bahwa beberapa mantan anggota pasukan keamanan (Irak) yang tidak puas melanjutkan untuk bergabung dengan ISIS.”Tujuan menciptakan demokrasi tanpa institusi yang ada di antara pemerintahan sektarian yang korup,” ujar Annan, menggambarkan kondisi Irak usai invasi AS.
Menurutnya, ISIS tercipta dari afiliasi para militan radikal di Irak yang tidak puas dengan kondisi di negara itu.Kelompok ISIS telah menciptakan negara sendiri di sebagian wilayah Irak dan Suriah, yang mereka namakan sebagai “khilafah”.
”ISIS Menghancurkan keragaman dan pluralisme di Timur Tengah,” kata Annan menyimpulkan, seperti dilansir Russia Today, semalam.
Annan juga menyalahkan kekuatan regional yang turut membuat konflik di Timur Tengah menjadi lebih buruk.
”Saya menentang invasi ini dan ketakutan saya telah terwujud. Pecahnya pasukan Irak membuat ratusan bahkan ribuan tentara dan polisi yang tidak puas turun ke jalan-jalan,” ujar Kofi Annan kepada peserta Konferensi Keamanan Munich pada hari Minggu.
Dia menambahkan bahwa beberapa mantan anggota pasukan keamanan (Irak) yang tidak puas melanjutkan untuk bergabung dengan ISIS.”Tujuan menciptakan demokrasi tanpa institusi yang ada di antara pemerintahan sektarian yang korup,” ujar Annan, menggambarkan kondisi Irak usai invasi AS.
Menurutnya, ISIS tercipta dari afiliasi para militan radikal di Irak yang tidak puas dengan kondisi di negara itu.Kelompok ISIS telah menciptakan negara sendiri di sebagian wilayah Irak dan Suriah, yang mereka namakan sebagai “khilafah”.
”ISIS Menghancurkan keragaman dan pluralisme di Timur Tengah,” kata Annan menyimpulkan, seperti dilansir Russia Today, semalam.
(mas)