Di Norwegia, Beri Uang ke Pengemis Bakal Dipenjara

Kamis, 05 Februari 2015 - 15:44 WIB
Di Norwegia, Beri Uang...
Di Norwegia, Beri Uang ke Pengemis Bakal Dipenjara
A A A
OSLO - Parlemen Norwegia sedang merancang undang-undang untuk mengkriminalisasikan orang-orang yang memberi uang, makanan dan tempat tinggal pada tunawasima dan pengemis. Rancangan undang-undang (RUU) itu juga melarang praktik mengemis di Nowegia.

Menurut draft RUU yang lama, orang yang mengemis di jalan akan dihukum dengan denda atau penjara satu tahun. RUU itu sudah muncul sejak Juni tahun lalu.

Setelah diamandemen, sanksi dalam RUU itu tidak hanya berlaku bagi pengemis, tapi juga setiap orang yang memberikan bantuan kepada pengemis dan tunawisma. RUU itu akan dikirim ke pemerintah Norwegia pada 15 Februari 2015 untuk dikonsultasikan.

Rencana pemerintah Norwegia untuk melawan mengemis muncul pada tahun lalu, setelah jajak pendapat menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen penduduk menganggap pekerjaan mengemis sebagai kejahatan. Data pemerintah menyatakan ada hingga 1.000 pengemis di negara berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu.

Para penulis produk hukum di Norwegia menyatakan, orang-orang yang membantu pengemis perlu dihukum karena secara tidak langsung turut membantu menjalankan bisnis jaringan pengemis yang terorganisir.

”Itu karena sebagian dari kita ingin menyingkirkan jaringan (pengemis) yang secara aktif terorganisir,” kata Vidar Brien-Karlsen, Menteri Negara di Departemen Kehakiman, seperti dilansir Russia Today, semalam.

“Kita harus memberikan polisi wewenang hukum untuk menindak orang-orang yang mengatur pengemis untuk sampai ke sini. Mereka sering muncul dalam kelompok besar,” lanjut dia.

Kendati demikian, produk hukum itu menuai kritik sebagian warga Norwegia. ”Negara terkaya Eropa mengkriminalisasi orang termiskin di Eropa,” kritik Karin Andersen, seorang politikus Partai Sosialis Sayap Kiri melalui Twitter.

”Kita semua harus mampu menunjukkan rasa kemanusiaan kita dan membantu setiap individu," kritik Marianne Borgen, seorang anggota Dewan Kota Oslo, kepada Telegraph. "Tentu saja pemerintah tidak bermaksud mengkriminalisasi Anda atau saya jika kita memberi seseorang secangkir kopi, tetapi di bawah hukum yang diusulkan kita akan dikenakan tuntutan.”
(mas)
Berita Terkait
Festival Prajurit Viking...
Festival Prajurit Viking Tampilkan Pertempuran Kerajaan Masa Lampau
Siapa Marius Borg Hoiby?...
Siapa Marius Borg Hoiby? Putra Putri Mahkota Norwegia yang Jadi Terdakwa Kasus Pemerkosaan
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Anak Putri Mahkota Norwegia...
Anak Putri Mahkota Norwegia Didakwa Memerkosa 4 Perempuan, Terancam 10 Tahun Penjara
Ippho Santosa Bersamai...
Ippho Santosa Bersamai Distributor Norway ke Norwegia
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
24 menit yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
58 menit yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
3 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
3 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
5 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved