Berani Serang Serdadu Israel, Gadis 14 Tahun Jadi Simbol Palestina
Rabu, 04 Februari 2015 - 14:52 WIB
Berani Serang Serdadu Israel, Gadis 14 Tahun Jadi Simbol Palestina
A
A
A
RAMALLAH - Malak al-Khatib nama gadis Palestina ini. Usianya baru 14 tahun dan berstatus pelajar. Tapi, dia dipenjara setelah berani menyerang serdadu Israel.
Pelajar putri pemberani itu kini menjadi simbol kemarahan rakyat Palestina terhadap serdadu-serdadu Israel di wilayah pendudukan. Malak al-Khatib dijebloskan ke penjara oleh aparat Israel atas tuduhan menyerang serdadu Israel dengan batu. Dia juga dituduh menyimpan pisau.
Sosoknya telah mengilhami banyak rakyat Palestina untuk melakukan perlawanan terhadap para tentara Israel. Gadis remaja itu divonis dua bulan penjara.
”Hati saya hancur ketika saya melihatnya di pengadilan, diborgol dan dibelenggu,” keluh ibunya, Khawla al-Khatib kepada AFP, di rumahnya di Kota Beitin, dekat Ramallah, Selasa (4/2/2015).
”Saya membawa mantel agar dia pakai, karena kondisi di sana dingin. Tapi, hakim menolak untuk membiarkan dia memiliki mantel itu,” ujar ibu berusia 50 tahun itu.
Pasukan Israel telah menangkap sekitar 1.000 anak-anak setiap tahun di Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki Israel. Mereka rata-rata ditangkap atas tuduhan pelemparan batu. Demikian laporan Kelompok Hak Asasi Internasional untuk Anak Palestina (DCI Palestina).
Kasus yang dialami Malak al-Khatib telah memicu organisasi media dunia berbondong-bondong datang untuk melaporkan keberanian gadis itu. Dia memikat perhatian media-media dunia, karena dia seorang perempuan remaja.
Gambar-gambar berwajah Malak kini menghiasi setiap sudut Kota Ramallah dan media-media Palestina. Gambar wajah Malak juga beredar luas di media sosial.
”Saya tidak tahu mengapa negara seperti Israel, dengan senjata yang paling ampuh sedang mengejar anak saya yang berusia 14 tahun,” kata ayah gadis itu, Malak Ali al-Khatib.
”Mereka menuduhnya mencoba untuk menusuk seorang tentara. Benarkah seorang anak melawan prajurit bersenjata, sekaligus seorang pria dewasa?,” tanya Ali tidak percaya atas tuduhan Israel pada putrinya.
Pelajar putri pemberani itu kini menjadi simbol kemarahan rakyat Palestina terhadap serdadu-serdadu Israel di wilayah pendudukan. Malak al-Khatib dijebloskan ke penjara oleh aparat Israel atas tuduhan menyerang serdadu Israel dengan batu. Dia juga dituduh menyimpan pisau.
Sosoknya telah mengilhami banyak rakyat Palestina untuk melakukan perlawanan terhadap para tentara Israel. Gadis remaja itu divonis dua bulan penjara.
”Hati saya hancur ketika saya melihatnya di pengadilan, diborgol dan dibelenggu,” keluh ibunya, Khawla al-Khatib kepada AFP, di rumahnya di Kota Beitin, dekat Ramallah, Selasa (4/2/2015).
”Saya membawa mantel agar dia pakai, karena kondisi di sana dingin. Tapi, hakim menolak untuk membiarkan dia memiliki mantel itu,” ujar ibu berusia 50 tahun itu.
Pasukan Israel telah menangkap sekitar 1.000 anak-anak setiap tahun di Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki Israel. Mereka rata-rata ditangkap atas tuduhan pelemparan batu. Demikian laporan Kelompok Hak Asasi Internasional untuk Anak Palestina (DCI Palestina).
Kasus yang dialami Malak al-Khatib telah memicu organisasi media dunia berbondong-bondong datang untuk melaporkan keberanian gadis itu. Dia memikat perhatian media-media dunia, karena dia seorang perempuan remaja.
Gambar-gambar berwajah Malak kini menghiasi setiap sudut Kota Ramallah dan media-media Palestina. Gambar wajah Malak juga beredar luas di media sosial.
”Saya tidak tahu mengapa negara seperti Israel, dengan senjata yang paling ampuh sedang mengejar anak saya yang berusia 14 tahun,” kata ayah gadis itu, Malak Ali al-Khatib.
”Mereka menuduhnya mencoba untuk menusuk seorang tentara. Benarkah seorang anak melawan prajurit bersenjata, sekaligus seorang pria dewasa?,” tanya Ali tidak percaya atas tuduhan Israel pada putrinya.
(mas)