Waktu Menipis, Ibunda Goto Minta Jepang Terus Tekan Yordania
Rabu, 28 Januari 2015 - 16:18 WIB
Waktu Menipis, Ibunda Goto Minta Jepang Terus Tekan Yordania
A
A
A
TOKYO - Ibunda Kenji Goto, Junko Ishido meminta Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk terus menekan pemerintah Yordania agar mau menukar anaknya dengan tahanan wanita yang diminta ISIS. Jepang hanya memiliki waktu beberapa jam lagi untuk menyelamatkan nyawa Goto.
"Tolong selamatkan nyawa Goto. Saya meminta Anda (Abe) untuk bekerja dengan segenap kemampuan untuk terus melakukan negosiasi dengan pihak Yordania," tulis Junko dalam surat terbuka untuk Abe, seperti dilansir Reuters, Rabu (28/1/2015).
"Waktu yang terisisa sangat sedikit. Saya mohon Anda untuk melakukan segalanya, dan gunakan semua kekuatan yang Anda miliki untuk menyelamatkan Goto," tambahnya. Junko kembali menegaskan bahwa anaknya bukanlah musuh Islam.
Nyawa Goto dan juga pilot Yordania, Muath al-Kasaesbeh saat ini berada di tangan pemerintah Yordania. Jika lobi Jepang berhasil, dan Yordania bersedia melakukan pertukaran tahananan maka nyaaw keduanya akan selamat. Tapi jika tidak, maka keduanya akan dieksekusi oleh ISIS.
ISIS memberikan waktu 24 jam, yang terhitung sejak dini hari tadi kepada Jepang untuk melakukan negosiasi dengan Yordania terkait pertukaran tahanan. Kelompok radikal itu sendiri meminta Sajida al-Rishawi, pelaku aksi bom bunuh diri di Amman pada tahun 2005 lalu untuk ditukar dengan Goto.
"Tolong selamatkan nyawa Goto. Saya meminta Anda (Abe) untuk bekerja dengan segenap kemampuan untuk terus melakukan negosiasi dengan pihak Yordania," tulis Junko dalam surat terbuka untuk Abe, seperti dilansir Reuters, Rabu (28/1/2015).
"Waktu yang terisisa sangat sedikit. Saya mohon Anda untuk melakukan segalanya, dan gunakan semua kekuatan yang Anda miliki untuk menyelamatkan Goto," tambahnya. Junko kembali menegaskan bahwa anaknya bukanlah musuh Islam.
Nyawa Goto dan juga pilot Yordania, Muath al-Kasaesbeh saat ini berada di tangan pemerintah Yordania. Jika lobi Jepang berhasil, dan Yordania bersedia melakukan pertukaran tahananan maka nyaaw keduanya akan selamat. Tapi jika tidak, maka keduanya akan dieksekusi oleh ISIS.
ISIS memberikan waktu 24 jam, yang terhitung sejak dini hari tadi kepada Jepang untuk melakukan negosiasi dengan Yordania terkait pertukaran tahanan. Kelompok radikal itu sendiri meminta Sajida al-Rishawi, pelaku aksi bom bunuh diri di Amman pada tahun 2005 lalu untuk ditukar dengan Goto.
(esn)