Terkait Pencari Suaka, Australia Coba Bungkam Media

Kamis, 22 Januari 2015 - 21:31 WIB
Terkait Pencari Suaka,...
Terkait Pencari Suaka, Australia Coba Bungkam Media
A A A
SYDNEY - Sebuah laporan yang diungkap oleh media Inggris, Guardian, nampaknya akan membuat pemerintah Australia kebakaran jenggot. Dalam laporannya disebutkan, bahwa pemerintah Australia menugaskan kepolisian untuk memantau setiap media, dan melarang mereka menerbitkan pemberitaan terkait pencari suaka.

Guardian dalam laporannya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (22/1/2015), mengungkapkan, dalam waktu 12 bulan terakhir, setidaknya Polisi Federal Australia (AFP) telah delapan kali meminta kepada para jurnalis untuk tidak menerbitkan berita seputar isu pencari suaka. AFP beralasan pemberitaan semacam ini adalah bentuk pengungkapan data negara yang tidak sah.

Hal ini mendapat kecaman keras dari Aliansi Media Hiburan dan Seni Australia yang menyebut hal semacam ini adalah cara kotor pemerintah Australia untuk menutupi fakta yang sebenarnya dari masyarakat luas.

"Apa yang kita dalam laporan ini adalah sesuatu yang brutal, sebuah respon yang berlebihan yang dilakukan oleh pemerintah Australia terhadap pemeberitaan yang sah. Tujuannya tidak lain untuk menghukum dan membungkam media agar tidak menyampaikan kepada masyrakat sesuatu yang telah mereka (pemerintah) lakukan," ucap kepala Aliansi itu, Paul Murphy.

Pemerintah Australia memang tidak main-main dalam melakukan hal ini. Tahun 2013 lalu, salah seorang jurnalis news.com. au, Ian McPhedran dilaporkan ke polisi oleh Departemen Pertahanan (Dephan) Australia karena memberitakan kebiasan patroli laut Australia menenggelamkan kapal pencari suaka. Menurut Dephan Australia, apa yang dilakukan McPhedran sebagai pelanggaran terhadap keamanan nasional.

Isu mengenai pencari suaka sendiri memang menjadi salah satu isu terhangat yang kerap dibahas oleh media-media setempat. Isu mengenai pencari suaka juga memang pernah membuat Australia dan beberapa negara tetangga tegang, termasuk salah satunya dengan Indonesia.
(esn)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Australia Menyadari...
Australia Menyadari Konsumen China Tak Tergantikan Usai 30 Bulan Konflik
Berita Terkini
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
1 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
2 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
3 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
5 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
6 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
8 jam yang lalu
Infografis
DeepSeek AI China Diblokir...
DeepSeek AI China Diblokir di Amerika Serikat, Italia, Australia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved