AS Soroti Protes Anti-Charlie Hebdo di Negara-negara Muslim

Sabtu, 17 Januari 2015 - 10:57 WIB
AS Soroti Protes Anti-Charlie...
AS Soroti Protes Anti-Charlie Hebdo di Negara-negara Muslim
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyoroti gelombang protes anti-Charlie Hebdo yang terjadi di negara-negara Muslim.

AS berdalih, majalah itu punya hak untuk bebas mempublikasikan informasi apapun termasuk karikatur. Salah satu demo anti-Charlie Hebdo yang disoroti AS adalah demo di Paksitan. Di mana, tiga orang terluka setelah massa bentrok dengan polisi di luar konsulat Prancis di Karachi, Jumat kemarin.

AS juga menyoroti demo di Kota Zinder, Nigeria. Di mana, empat orang tewas dalam demo rusuh anti-Charlie Hebdo. Bahkan, majalah yang menerbitkan kartun Nabi Muhammad di sampul depannya itu telah memicu sentiman agama di Nigeria. Yakni, massa yang marah membakar gereja dan menyerang toko-toko milik warga Kristen.

”Kami tentu mendesak semua (pihak) untuk menahan diri dari kekerasan, menahan diri dan menghormati aturan hukum,” kata Jeffrey Rathke, juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

”Tidak ada tindakan jurnalisme yang sah, namun serangan di beberapa lokasi mungkin telah membenarkan tindakan kekerasan. Itu saya pikir merupakan titik awal yang penting,” lanjut dia, seperti dikutip AFP, Sabtu (17/1/2015).

Majalah Charlie Hebdo telah memicu kemarahan umat Musim di seluruh dunia, setelah terbit perdana usai jadi target teror berdarah dengan korban tewas 12 orang pada 7 JanuarI 2015 lalu. Dalam edisi terbarunya, Charlie Hebdo menjadikan kartun Nabi Muhammad sebagai sampul depan.

Menurut Rathke, kebebasan berekspresi diabadikan dalam Konstitusi AS, meskipun sindiran terhadap agama masih dianggap tabu.

”Organisasi-organisasi media dan outlet berita sering mempublikasikan informasi yang dimaksudkan untuk menyebabkan perdebatan atau untuk membangkitkan perdebatan,” ujar Rathke.

”Dan sementara kita mungkin tidak selalu setuju dengan penilaian setiap item konten, yang jadi hak untuk dipublikasikan, termasuk informasi yang salah, yang fundamental dan yang kita lihat sebagai (nilai) universal,” imbuh dia.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Dibantai...
Amerika Serikat Dibantai Prancis, Fans: Tim Basket Terburuk!
Tolak Prancis, Thierry...
Tolak Prancis, Thierry Henry Lebih Tertarik Latih Amerika Serikat
Harapan Fabio Quartararo...
Harapan Fabio Quartararo usai Naik Podium di MotoGP Amerika Serikat 2023
5 Negara NATO dengan...
5 Negara NATO dengan Militer Terkuat Jika Amerika Serikat Keluar, Siapa Saja?
Hasil Piala Dunia U-17:...
Hasil Piala Dunia U-17: Prancis Hancurkan Amerika Serikat 3-0
Prancis Tantang Tim...
Prancis Tantang Tim Basket Amerika Serikat di Final Olimpiade Tokyo 2020
Berita Terkini
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
1 jam yang lalu
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
2 jam yang lalu
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
3 jam yang lalu
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
4 jam yang lalu
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
4 jam yang lalu
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
5 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved