Ini Sosok di Balik Tindakan Radikal Kouachi Bersaudara

Selasa, 13 Januari 2015 - 14:49 WIB
Ini Sosok di Balik Tindakan...
Ini Sosok di Balik Tindakan Radikal Kouachi Bersaudara
A A A
PARIS - Sebelum bertolak ke Yaman untuk bergabung dengan al-Qaeda, Kouachi bersaudara, pelaku penyerangan kantor surat kabar Charlie Hebdo ternyata terlebih mendapat "pendidikan" dari seorang ulama radikal di Paris. Menurut media setempat, pria tersebut diketahui bernama Farid Benyettou (32).

Melansir Al Arabiya, Selasa (13/1/2015), Benyettou dilaporkan bertemu dengan Kouachi bersaudara di awal 2000-an. Ketika itu dirinya masih tergabung dengan Filiere des Buttes Chaumont, sebuah kelompok yang merekrut dan mengirim militan ke Irak, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.

Saat itu, Benyettou juga merupakan seorang pengkhotbah di masjid Adda'wa di Paris. Benyettou rajin memberikan pemahaman radikal kepada jamaah masjid tersebut, termasuk di dalamnya Kouachi bersaudara.

Pada tahun 2008 dirinya ditangkap kepolisian Prancis karena merekrut, mencuci otak dan mengirimkan militan. Benyettou akhirnya bebas dari penjara pada tahun 2014.

Saat ini pria 32 tahun itu bekerja di sebuah rumah sakit PitiƩ-Salpetriere di Paris. Rumah sakit tempat Benyettou bekerja adalah rumah sakit rujukan para korban serangan Charlie Hebdo.

Seorang dokter di rumah sakit tersebut mengaku terkejut akan fakta bahwa salah satu stafnya adalah orang yang mencucui otak penyerang Charlie Hebdo. Dia mempertanyakan mengapa orang dengan latar belakang seperti itu bisa bekerja di PitiƩ-Salpetriere.

"Mustahil untuk membayangkan orang ini, yang mana disebut sebagai salah satu mentor utama Kouachi bersaudara, ternyata bekerja di rumah sakit ini. Mungkin dirinya adalah orang yang merawat mayoritas korban anak didiknya itu," ucap dokter tersebut dalam kondisi anonim.

"Saya juga membayangkan apa yang terjadi di rumah sakit ini, apakah mereka tidak menyadari masa lalunya," tambahnya. Benyettou sendiri diketahui tidak masuk kerja pada saat serangan terhadap Charlie Hebdo berlangsung.
(esn)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
2 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
4 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
5 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
6 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved