Salahkan Semua Muslim atas Teror, Murdoch Picu Kemarahan

Senin, 12 Januari 2015 - 11:55 WIB
Salahkan Semua Muslim...
Salahkan Semua Muslim atas Teror, Murdoch Picu Kemarahan
A A A
WASHINGTON - Raja media, Rupert Murdoch, melalui Twitter menyalahkan semua Muslim atas teror terhadap majalah Charlie Hebdo di Paris. Ulah Murdoch itu memicu kemarahan di media sosial.

“Mungkin sebagian besar Muslim damai, tetapi merekasemestinyamengenali kanker jihad dan menghancurkannya.Mereka harus bertanggung jawab,” tulis Murdoch melalui akun Twitter-nya.

Kicauan Murdoch itu telah dikicau ulang atau di-retweet lebih dari 5.000 kali, dan difavoritkan lebih dari 2.500 akun Twitter.

Tapi kicauan taipan media itu telah memicu kemarahan besar-besaran di media sosial. Kebanyakan mengecam Murdoch. Sebab, pembantaian 12 orang di kantor majalah satir Cahrlie Hebdo pada Rabu pekan lalu itu adalah tindakan minoritas dari ekstresmis, dan tidak seharusnya seluruh pemeluk agama disalahkan.

Salah satu kecaman disampaikan seorang penulis terkemuka, Matt Haig.”Rupert Murdoch menganggap semua Muslim harus meminta maaf atas terorisme. Jadi atas nama orang kulit putih saya ingin minta maaf karena (komentar) Rupert Murdoch,” katanya, seperti dikutip ABC, Senin (12/1/2015).

Komedian Australia, Adam Hills, ikut bergabung untuk menyuarakan kecaman terhadap Murdoch. ”Oh, bagus, Rupert Murdoch telah mengarungi ke dalam perdebatan Charlie Hebdo. Saya bertanya-tanya apa yang usang, fanatik, sosiopat bisa membuat itu semua,” ujarnya.

Advokat Akeela Ahmed, ikut kesal dengan komentar raja media itu.”Bagaimana ‘Muslim' seharusnya menghancurkan jihadis, ketika Muslim adalah korban terbesar terorisme?,” tanya Akeela.

Penulis buku “Harry Potter” J.K. Rowling juga ikut mengecam Murdoch."Saya lahir(sebagai)Kristen. Jika yang membuat(teror)Rupert Murdoch tanggung jawab saya, saya akan mengucilkannya,"katanya, mengacu pada kicauan Murdoch.

Ini bukan pertama kalinya Murdoch telah menyebabkan kegemparan di Twitter. Ketika Sydney diteror beberapa waktu lalu, Murdoch juga membuat komentar kontroversial.
(mas)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
5 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
7 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
8 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
9 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
10 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
11 jam yang lalu
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved