Dicap Berbahaya, Istri Teroris Supermarket Yahudi di Paris Dikejar

Sabtu, 10 Januari 2015 - 11:09 WIB
Dicap Berbahaya, Istri...
Dicap Berbahaya, Istri Teroris Supermarket Yahudi di Paris Dikejar
A A A
PARIS - Polisi mengejar Hayat Boumeddiene, 26, istri tersangka teroris yang membunuh empat sandera di supermarket Yahudi di Kota Paris.

Teroris yang beraksi di supermarket Yahudi, yakni Amedy Coulibaly, telah tewas dibunuh polisi dalam operasi penyelamatan sandera. Istrinya yang jadi tersangka pembunuh polisi Paris pada hari Kamis lalu dikejar polisi karena dianggap berbahaya.

Wanita muda itu juga dianggap menjadi tokoh kunci penyelidikan teror yang melanda Prancis selama berhari-hari. Hayat Boumeddiene adalah wanita keturunan Aljazair.

Dia juga dicurigai memiliki hubungan dengan kedua tersangka penyerang kantor majalah Charlie Hebdo, Kuoachi bersaudara, yang telah tewas dibunuh polisi di sebuah gedung percetakan di dekat Kota Paris. (Baca: Hubungan Teroris Supermarket Yahudi & Penyerang Chalie Hebdo)

Hayat Boumeddiene dilaporkan mulai mengenakan burkha sejak Mei 2009, setelah bertemu Coulibaly. Dia sejak itu juga berhenti dari pekerjaannya sebagai kasir dan menikah dengan penyerang supermarket Yahudi di Paris itu.

Menurut dokumen pengadilan Prancis, pasangan itu pernah bepergian dengan Cherif Kouachi dan istrinya pada tahun 2010 ke wilayah Prancis tengah untuk mengunjungi tokoh radikal, Djamel Beghal, yang telah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena terlibat aksi teror.

Michel Thooris, Sekretaris Jenderal Serikat Polisi Perancis, sempat tidak percaya jika orang-orang ini berada di balik serangan di Prancis selama berhari-hari.”Tiga orang yang terisolasi di dunia kecil mereka,” kata Thooris, seperti dikutip Sky News, Sabtu (10/1/2015).

”Ini bisa jadi berkembang baik menjadi sebuah sel (teror) kecil,” lanjut dia. ”Mungkin ada lebih dari tiga orang,” imbuh dia dengan asumsi bahwa penyerang kantor Cherlie Hebdo dan teroris di supermarket Yahudi di Paris memiliki kontak dengan kelompok radikal di masa lalu.
(mas)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
32 menit yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
1 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
2 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
3 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
4 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved