Teroris Paris Bunuh 4 Sandera, 2 Penyerang Charlie Hebdo Dihabisi

Sabtu, 10 Januari 2015 - 08:39 WIB
Teroris Paris Bunuh...
Teroris Paris Bunuh 4 Sandera, 2 Penyerang Charlie Hebdo Dihabisi
A A A
PARIS - Teroris membunuh empat sandera di sebuah supermarket di Paris. Sementara itu, dua tersangka penyerang kantor majalah satir Charlie Hebdo juga dihabisi pasukan keamanan yang memburu mereka selama tiga hari.

Teroris itu semula menyandera lima orang di sebuah supermarket di Paris. Tapi, pasukan keamanan hanya berhasil menyelamatkan satu sandera, yakni seorang pekerja di Dammartin-en-goele.

Beberapa ledakan keras terdengar dan asap terlihat membubung ke udara di wilayah Dammartin-en-goele, sebelah timur laut Kota Paris, selama drama baku tembak berlangsung pada Jumat (9/1/2015).

Selama drama teror terjadi, pasukan keamanan telah mengepung bangunan tempat teroris menyandera lima orang.

Sedangkan dua tersangka penyerang kantor majalah Charlie Hebdo, yang bersembunyi di gedung percetakan sebelum ditembak mati pasukan keamanan Prancis sempat menembak seorang polisi. Namun, polisi itu berhasil diselamatkan.

Seorang karyawan percetakan justru tidak menyadari jika tempat itu jadi ajang “pertempuran” kedua tersangka dengan pasukan keamanan Prancis. Kedua tersangka penyerang Charlie Hebdo itu adalah Cherif dan Said Kouachi.

Lilian, 27, seorang desainer grafis di gedung percetakan mengirim pesan singkat atau SMS kepada ayahnya.”Saya bersembunyi di lantai pertama. Saya pikir mereka membunuh semua orang. Kasih tahu ke polisi untuk campur tangan,” bunyi SMS pekerja itu seperti dilaporkan Le Figaro, Sabtu (10/1/2015).

Informasi itu langsung disampaikan ke pasukan keamanan dan sempat disiarkan stasiun televisi BFMTV. Pasukan kemudian memutuskan untuk meluncurkan serangan ketika orang-orang bersenjata itu mulai berdoa.

Di lokasi lain, para sandera yang ditahan di toko kelontong di Porte de Vincennes di Paris telah dibebaskan. Menurut laporan Le Monde, salah satu penyandera dilaporkan tewas, setelah pasukan khusus memasuki gedung dan membunuhnya.
(mas)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
2 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
3 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
4 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
5 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
6 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
7 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved